Fiqih Canda & Humor

Hidup terasa hambar dan datar tanpa humor dan canda bagaikan masakan tanpa garam. Namun hanya dalam kadar kuantitas, kualitas dan penyajian tertentu akan menjadi penyedap kehidupan. Suatu kali Imam Al Ghazali melontarkan 6 pertanyaan kepada murid-muridnya yang hadir dalam majelis ta’limnya. Salah satunya adalah: Benda apa yang paling tajam di dunia ini?. Beragam jawaban muncul dari murid-murid beliau. Pisau, silet, sampai pedang. Imam Al Ghazali menanggapi jawaban murid-muridnya tersebut. “Betul, semua benda yang kalian sebutkan itu tajam. Tapi ada yang lebih tajam dari itu semua. Yaitu LIDAH”.

Meskipun lidah tidak bertulang, namun memang lidah bisa lebih tajam dari apapun, karena dia bisa ‘merobek’ hati. Bahkan kadang lidah bisa membuat lubang menganga di hati lawan bicara yang mungkin perlu waktu lama untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

Dalam keseharian, kewajiban menjaga lidah ini tidak saja harus kita laksanakan baik di kala sedang bicara serius ataupun di kala bercanda. Point terakhir ini seringkali membuat kita tidak sadar telah melukai hati teman kita. Kata-kata yang kita maksudkan sebagai candaan, seringkali menusuk hati teman kita, bisa karena bercanda yang keterlaluan, bercanda di saat yang tidak tepat, dan sebagainya. Karena di saat bercanda, seringkali kita tidak memperhatikan bagaimana mood teman kita itu yang sebenarnya.

Memang bercanda kadang diperlukan untuk memecahkan kebekuan suasana sebagaimana yang dikatakan Said bin Al-’Ash kepada anaknya. “Kurang bercanda dapat membuat orang yang ramah berpaling darimu. Sahabat-sahabat pun akan menjauhimu.” Namun canda juga bisa berdampak negatif, yaitu apabila canda dilakukan melampaui batas dan keluar dari ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Canda yang berlebihan juga dapat mematikan hati, mengurangi wibawa, dan dapat menimbulkan rasa dengki.

Allah Swt. berfirman, Artinya: “Dan sesungguhnya Dia-lah yang membuat orang tertawa dan menangis” (QS An-Najm: 43).

Menurut Ibnu ‘Abbas, berdasarkan ayat ini, canda dengan sesuatu yang baik adalah mubah (boleh). Rasulullah Saw. pun sesekali juga bercanda, tetapi Rasulullah Saw. tidak pernah berkata kecuali yang benar. Imam Ibnu Hajar al-Asqalany menjelaskan ayat di atas bahwa Allah Swt. telah menciptakan dalam diri manusia tertawa dan menangis. Karena itu silakanlah Anda tertawa dan menangis, namun tawa dan tangis kita harus sesuai dengan aturan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Saw.

Mungkin sebagian orang merasa aneh dengan pernyataan tersebut dan mencoba mengingkarinya, seperti yang pernah terjadi pada seseorang yang mendatangi Sufyan bin ‘Uyainah Rahimahullah. Orang itu berkata kepada Sufyan, “Canda adalah suatu keaiban (sesuatu yang harus diingkari).” Mendengar pernyataan itu Sufyan berkata, “Tidak demikian, justru canda sunnah hukumnya bagi orang yang membaguskan candanya dan menempatkan canda sesuai dengan situasi dan kondisi.”

Berikut ini adalah kaidah fiqih terkait canda dan humor sebagai panduan agar canda dan humor bernilai dan berdampak positif dan tidak justru berdampak dan bernilai negatif seperti menimbulkan luka hati atau ketersinggungan orang lain.

1. Tidak menjadikan simbol-simbol Islam (tauhid, risalah, wahyu dan dien) sebagai bahan gurauan. Firman Allah: “Dan jika kamu tanyakan mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. at-Taubah:65)

2. Jangan menjadikan kebohongan dan mengada-ada sebagai alat untuk menjadikan orang lain tertawa, seperti April Mop di masa sekarang ini. Sabda Rasulullah saw: “Celakalah bagi orang yang berkata dengan berdusta untuk menjadikan orang lain tertawa. Celaka dia, celaka dia.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Hakim)

3. Jangan mengandung penghinaan, meremehkan dan merendahkan orang lain, kecuali yang bersangkutan mengizinkannya. Firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan); dan jangan pula wanita mengolok-olokkan wanita-wanita lain., karena boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan); dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan pula kamu panggil-memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk gelar ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman..” (QS. al-Hujurat:11) “Cukuplah keburukan bagi seseorang yang menghina saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim)

4. Tidak boleh menimbulkan kesedihan dan ketakutan terhadap orang muslim. Sabda Nabi saw: “Tidak halal bagi seseorang menakut-nakuti sesama muslim lainnya.” (HR. ath-thabrani) “Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil barang saudaranya, baik dengan maksud bermain-main maupun bersungguh-sungguh.” (HR. Tirmidzi)

5. Jangan bergurau untuk urusan yang serius dan jangan tertawa dalam urusan yang seharusnya menangis. Tiap-tiap sesuatu ada tempatnya, tiap-tiap kondisi ada (cara dan macam) perkataannya sendiri. Allah mencela orang-orang musyrik yang tertawa ketika mendengarkan al-Qur’an padahal seharusnya mereka menangis, lalu firman-Nya: “Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkannya.” (QS. an-Najm:59-61). Hendaklah gurauan itu dalam batas-batas yang diterima akal, sederhana dan seimbang, dapat diterima oleh fitrah yang sehat, diridhai akal yang lurus dan cocok dengan tata kehidupan masyarakat yang positif dan kreatif.

6. Islam tidak menyukai sifat berlebihan dan keterlaluan dalam segala hal, meskipun dalam urusan ibadah sekalipun. Dalam hal hiburan ini Rasulullah memberikan batasan dalam sabdanya; “Janganlah kamu banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati.” (HR. Tirmidzi). “Berilah humor dalam perkataan dengan ukuran seperti Anda memberi garam dalam makanan.” (Ali ra.). “Sederhanalah engkau dalam bergurau, karena berlebihan dalam bergurau itu dapat menghilangkan harga diri dan menyebabkan orang-orang bodoh berani kepadamu, tetapi meninggalkan bergurau akan menjadikan kakunya persahabatan dan sepinya pergaulan.” (Sa’id bin Ash).

Humor dan Canda Rasulullah SAW

Beberapa riwayat humor dan canda Rasulullah saw. berikut semoga dapat menjadi inspirasi humor yang sehat, cerdas, positif dan menyegarkan.

Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: “Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana”. Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. “Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?” Rasulullah menjawab, “Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta” Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)

Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: “Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?” Rasulullah menjawab: “Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua”. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi’ah ayat 35-37 “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)

Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, “Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya”. Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat. Zahir: “Heii……siapa ini?? lepaskan aku!!!”, Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah. Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah. Rasulullah berkata: “Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??” Zahir: “Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka” Rasulullah: “Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?” Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra)

Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih. Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib ra timbul isengnya. Ali ra mengumpulkan kulit kurma-nya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah saw. Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan kalau Rasulullah saw sepertinya sangat lapar dengan adanya kulit kurma yang lebih banyak. Rasulullah saw yang sudah mengetahui keisengan Ali ra segera “membalas” Ali ra dengan mengatakan kalau yang lebih lapar sebenarnya siapa? (antara Rasulullah saw dan Ali ra). Sedangkan tumpukan kurma milik Ali ra sendiri tak bersisa. (HR. Bukhori, dhoif)

Aisyah RA berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, ”Silakan kalian berjalan duluan!” Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.” Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari. Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:”Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.”-suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.” Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.” Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?” Beliau berkata, “Marilah kita mulai.” Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata, ” Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.” (HR Ahmad dan Abi Dawud)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada ‘Asiyah, “Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.” Aisyah bertanya, “Dari mana engkau mengetahuinya?” Beliau menjawab, ” Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu “Tidak demi Tuhan Muhammad” Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, “Tidak demi Tuhan Ibrahim!”. Aisyah pun menjawab, “Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja” (HR Bukhari dan Muslim) Wallahu’alam Bisshawab. Wabillahit Taufiq Wal Hidayah.

dakwatuna.com

Nasehat Cinta

Cinta dalam Islam bukan hal yang diharamkan selama berupa perasaan di dalam hati manusia. Allah tidak menghisab manusia atas apa yang dialami oleh perasaan-perasaannya jika belum diterjemahkan dalam bentuk tindakan nyata yang bertentangan dengan perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya. Karena itu, tidak ada masalah bagi seorang gadis untuk mencintai seorang pemuda yang menarik perasaanya (menyebabkan jatuh cinta, dan pemuda itu sesuai dengan idaman dan ambisi gadis itu, ia ingin hidup berdampingan dengannya. Sebagaimana juga tidak ada masalah bagi seorang pemuda untuk mencintai gadis yang sesuai dengan idaman dan ambisinya. Hal ini tetap halal selama tidak melanggar batas-batas yang diharamkan. Atas dasar ini seseorang yang sedang kasmaran kepada orang lain, seyogyanya memperhatikan batas-batas dan melawan hawa nafsunya, sehingga tidak terjerumus dalam kemaksiatan kepada Allah swt.

Sekali lagi islam menjamin fitrah cinta yang terbenam dalam dada manusia untuk mencintai segala sesuatu dan semua orang, dan cinta ini harus ditempatkan sebagai lokus atau derivat cinta Ilahi.

Apa sih sebenarnya cinta majasi dan cinta hakiki itu?

Cinta majasi adalah cinta yang mendefinisikan dirinya sendiri dalam kesenagan dan kenikmatan badani atau kenikmatan ragawi, atau kenikmatan jasadi. Tujuannya adalah pemuasan nafsu. Ego pencinta menjadi pusat cintanya. Perwujudannya bisa macam-macam sesuai dengan dorongan nafsu yang ingin dipenuhi. Bila cinta tersebut maujud dalam hubungan laki-laki dan perempuan , maka nafsu birahilah yang akan menjadi tali pusar cintanya – apabila libido seksualitas telah terbuncah, maka terkaparlah cinta saat itu juga. Tak salah lagi, orang yang tergila-gila pada jabatan, pangkat atau kedudukan sebagaimana orang-orang yang tergila-gila pada kekayaan materi, adalah termasuk dalam kepemilikan cinta majasi ini. Kesombongan, keserakahan, keangkuhan, kenekatan, dan ketidak pedulian menjadi warna dari cinta seperti ini.

Berangkat dari hal itulah kita bisa memahami pemikiran Ayatullah Khomeini yang mengatakan bahwa cinta majasi adalah cinta yang tercela. Dikatakan pula bahwa syariat juga tidak membenarkan jenis cinta yang seperti ini, sebab hakikatnya ia adalah nafsu )birahi) semata, bukan cinta yang sebenarnya. Bila diteguk, cinta yang seperti ini akan menjadi menjadi anti klimaks dan terkulai lalu terlempar ke liang kejenuhan. Sebaliknya, cinta hakiki akan menjadikan si pencinta akan bahagia dengan cintanya.

Maka apakah yang dimaksud dengan cinta hakiki?

Jawabannya mudah, ialah apa yang sebaliknya dari cinta majasi. Pusat cinta hakiki bukan ego atau nafsu individual, tetapi pusat cinta tersebut adalah Ilahi.

Disadur dan diubah seperlunya oleh penulis dari buku Pacaran Setengah Halal Setengah Haram..

10 Kebiasaan yang dapat merusak otak

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Yuk kita jaga otak kita biar gak cepet rusak.. hehe..

Siap-Siap!

Assalamu’alaikum..
Siap Grak!hehehehe..
BUkanlah, cuma bercanda…
Simak potongan hadist berikut..

“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang terasing” (HR. Muslim).

Udah ngerti lum maksudnya siap2?

Di ats hadist lho, bukan perkataan yang nulis ni message. Kamu percaya g ma hadist Rasul? Sebagai seorang Muslim/Muslimah sejati kudu yakin dunk..

“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan terasing….”
Mungkin teman-teman sudah bisa terima kenyataan dan kalimat ini sampai disini.
Bayangkan saja, saat dakwah Rasulullah di Mekkah selama 13 Tahun. Hanya terjaring(eh, emang audisi..?!?) 40 pemuda dan 5 orang wanita.
Pada awalnya rasulullah juga dakwah secara sembuni-sembuni(bukan maen simbunan/sumput-sumputan(eh, bahasa mana tuch..). Sampai akhirnya setelah turun Al-Mudatsir:1-7, Rasulullah akhirnya berdakwah dengan terang-terangan(seterang mentari… uy, lebay…!)
Bersama sahabatnya Rasulullah terus berjuang mati-matian, dicemooh, dicaci-diboikot, di jauhi, dll..Hingga akhirnya mereka hijrah ke madinah.

“….dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana awalnya..”
nah ini yang jarank kita resapi terutama bagi anak-anak DKM (penyeru dan pengelola dakwah smanpala).
Kita sering menyerah ketika jumlah kita yang sedikit (padahal Rasulullah dulu gmana?). Kita langsung down, hopelessssss,,,sss,,,ss ketika disindir  guru(gmana nech), dll..

Kita harus siap merasa terasing dunk(eits, untuk hal yang baik tentunya n tetep instropeksi diri, mungkin jg ada hal yang salah sehingga kita terasing)

-ketika orang lain g’ sholat jama’ah, kita harus pede dunk, sholat jama’ah. Emang kewajiban, terutama bagi laki-laki,..

-Ketika orang lain sibuk keluyuran hepi-hepi, kita harus tampil beda. Kita sedang sibuk ngurusin dakwah, belajar, istirahat, dll. (Pahalanya lho, lebih baik dari bumi dan seisinya, inget tuch!!)

-Ketika orang lain pada pamer menggunakan pakaian jeans, pakaian ketat lainnya, jilbab mini (sampai leher nya tercekik,kik-kik-kik), kaos nan membentuk tubuh. Kita harus siap merasa terasing dan mempelopori penggunaan jilbab longgar nan lebar, pakaian yang sederhana nan rapi, de el-el..

-Ketika orang lain pada sibuk pacaran, nyari pasangan (coz ga laku-laku) kita harus pede dunk, tetap menjaga pandangan, tetap tidak bercambur-baur, jaga lisan+hati. Dan yakinlah jodoh dan pasangan kita ditentukan oleh Allah walaupun nantinya juga harus berikhtiar dengan cara yang syar’i ketika waktunya dah tiba..

Lalu mengapa sih harus mengikuti ajakan ini.. Jawabannya adalah..jeng-jeng-jeng-jeng…..

“….MAKA BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG TERASING.”

Oleh Karena itu, bersiaplah menjadi orang yang terasing!

Semoga Bermanfaat. Afwan jika an ada salah, jika ingin kirim tulisan silakan kirim k email dkm.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Sosok Pemimpin sebenarnya_Ada apa dengan Iran ada apa dengan Ahmadi Nejad?

Aksi unjuk rasa di Teheran menentang hasil Pilpres yang dimenangkan oleh Ahmadinejad terus berlanjut…

IRAN-VOTE-UNREST
Massa membakar sebuah mobil di jalan Kota Teheran, mereka menentang terpilihnya kembali Mahmoud Ahmadinejad menjadi Presiden Iran
IRAN-VOTE-UNREST
Seorang demonstran tergelatak di tepi jalan, polisi terpaksa menembak para pedemo karena aksi berjalan anarkis

(foto.detik.com)

Ada Apa Dengan Iran…Ada Apa Dengan Ahmadinejad…

Lalu…Apakah Dia sudah bukan teladan lagi…Apakah semua cerita tentang dia hanyalah kebohongan…?

ahhmadinejadMahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran saat ini yang patut menjadi teladan, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

ahmadinejad1

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menteri nya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menteri nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satu nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

ahmadinejad21

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menteri nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menteri nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?

ahmadinejad3

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawal nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka.

ahmadinejad4

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

ahmadinejad5

14. Ia juga tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya, cukup menundukan kepala sebagai rasa hormat. Seberapa sederhanakah beliau ini?

ahmadinejad6

Konon ketika beliau sudah menjabat sebagai walikota Teheran yang memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta ia masih tampil dengan sepatu yang bolong-bolong. Ia menyapu jalanan Teheran dan bangga dengan itu. Sampai sekarang pun ia masih tampil dengan Kemeja lengan panjang sederhana sehingga jika kita tidak mengenalnya dan bertemu dengannya kita tidak akan pernah mengira bahwa beliau adalah seorang presiden. Ya presiden dari sebuah negara besar.

Sebelum menjabat sebagai presiden Iran beliau adalah walikota Teheran, periode 2003-2005. Teheran, ibukota Iran, kota dengan sejuta paradoks, memiliki populasi hampir dua kali lipat dari Jakarta, yaitu sebesar 16 juta penduduk. Untuk bisa menjadi walikota dari ibukota negara tentu sudah merupakan prestasi tersendiri mengingat betapa Iran adalah negara yang dikuasai oleh para mullah. Ia bukanlah ulama bersorban, tokoh revolusi, dan karir birokrasinya kurang dari 10 tahun. Beliau tinggal di gang buntu, maniak bola, tak punya sofa di rumahnya, dan kemana-mana dengan mobil Peugeot tahun 1977. Penampilannya sendiri jauh dari menarik untuk dijadikan gosip, apalagi jadi selebriti. Rambutnya kusam seperti tidak pernah merasakan sampo dan sepatunya itu-itu terus, bolong disana-sini, mirip alas kaki tukang sapu jalanan di belantara Jakarta. Nah! Kira-kira dengan modal dan penampilan begini apakah ia memiliki kemungkinan untuk menjabat sebagai walikota Depok saja, umpamanya?

Dalam tempo setahun pertanyaan tentang kemampuannya memimpin terjawab. Warga Teheran menemukan bahwa walikotanya sebagai pejabat yang bangga bisa menyapu sendiri jalan-jalan kota, gatal tangannya jika ada selokan yang mampet dan turun tangan untuk membersihkannya sendiri, menyetir sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga dini hari sekedar untuk memastikan bahwa Teheran dapat mejadi lebih nyaman untuk ditinggali.

“Saya bangga bisa menyapu jalanan di Teheran.”Katanya tanpa berusahauntuk tampil sok sederhana. Di belahan dunia lain sosoknya mungkin dapat dijadikan reality show atau bahkan aliran kepercayaan baru. Sejak hari pertama menjabat ia langsung mengadakan kebijakan yang bersifat religius seperti memisahkan lift bagi laki-laki dan perempuan (ini tentu menarik hati para wanita di Teheran), menggandakan pinjaman lunak bagi pasangan muda yang hendak menikah dari 6 juta rial menjadi 12 juta rial, pembagian sup gratis bagi orang miskin setiap pekan, dan menjadikan rumah dinas walikota sebagai museum publik! Ia sendiri memilih tinggal di rumah pribadinya di kawasanNarmak yang miskin yang hanya berukuran luas 170 m persegi. Ia bahkan melarang pemberian sajianpisang bagi tamu walikota mengingat pisang merupakan buah yang sangatmahal dan bisa berharga 6000 rupiah per bijinya. Ia juga menunjukkandirinya sebagai pekerja keras yang sengaja memperpanjang jam kerjanya agar dapat menerima warga kota yang ingin mengadu.

Namun salah satu keberhasilannya yang dirasakan oleh warga kota Teheran adalah spesialisasinya sebagai seorang doktor dibidang manajemen transportasi dan lalu lintas perkotaan. Sekedaruntuk diketahui, kemacetan kota Teheran begitu parahnya

Secara dramatis ia berhasil menekan tingkat kemacetan di Teheran dengan mencopotl lampu-lampu di perempatan jalan besar dan mengubahnya menjadi jalur putar balik yang sangat efektif. Setalah menjabat dua tahun sebagai walikota Teheran ia masuk dalamfinalis pemilihan walikota terbaik dunia World Mayor 2005 dari 550 walikota yang masuk nominasi. Hanya sembilan yang dari Asia, termasuk Ahmadinejad.

Tapi itu baru awal cerita. Pada tanggal 24 Juni 2005 ia menjadi bahan pembicaraan seluruh dunia karena berhasil menjadi presiden Iran setelah mengkanvaskan ulama-*****-mlliter Ali Hashemi Rafsanjani dalam pemilihan umum. Bagaimana mungkin padahal pada awal kampanye namanya bahkan tidak masuk hitungan karena yang maju adalah para tokoh yang memiliki hampir segalanya dibandingkan dengannya? Dalam jajak pendapat awal kampanye dari delapan calon presiden yang bersaing, Akbar hasyemi Rafsanjani, Ali Larijani, Ahmadinejad, Mehdi Karrubi, MohammedBhager Galibaf, Mohsen Meharalizadeh, Mohsen Rezai, dan Mostafa Min, popularitas Ahmadinejad paling buncit. Pada masa kampanye ketika para kontestan mengorek sakunya dalam-dalam untuk menarik perhatian massa, Ahmadinejad bahkan tidak sanggup untuk mencetak foto-foto dan atributnya sebagai calon presiden. Sebagai walikota ia menyumbangkan semua gajinya dan hidup dengan gajinya sebagai dosen. Ia tidak mampu untuk mengeluarkan uang sepeser pun untuk kampanye! Sebaliknya ia justru menghantam para calon presiden yang menggunakan dana ratusan milyar untuk berkampanye atau yang bagi-bagi uang untuk menarik simpati rakyat.

Ahmadinejad memang penuh dengan kontroversi. Ia presiden yang tidak berasal dari mullah yang selama puluhan tahun telah mendominasi hampir semua pos kekuasaan di Iran, status quo yang sangat dominan. Ia juga bukan berasal dari elit yang dekat dengan kekuasaan, tidak memiliki track-record sebagai politisi, dan hanya memiliki modal asketisme, yang untuk standar Iran pun sudah menyolok. Ia seorang revolusioner sejati sebagaimana halnya dengan Imam Khomeini dengan kedahsyatan aura yang berbeda. Jika Imam Khomeini tampil mistis dan sufistis, Ahmadinejad justru tampil sangat merakyat, mudah dijangkau siapapun, mudah dipahami dan diteladani. Ia adalah sosok Khomeini yang jauh lebih mudah untuk dipahami dan diteladani. Ia adalah figur idola dalam kehidupan nyata. (dakta.com)

Hasil Upgrading Pengurus_1

Assalamu’alaikum wr. Wb..

Setelah dicapai kesepakatan bersama untuk melakukan rapat upgrading pengurus. Disepakati dari 41 pengurus DKM lama;  36 aktif, 1 nonaktif, 4 berhenti dari kepengurusan(stopped). Selain itu, ada beberapa pengurus yang ingin pindah ke divisi lain.. Berikut list kepengurusan DKM sekarang..

NO NAMA KELAS Status Penempatan
1 Ridho F. Hasyim XI IPA 1 Permanent Ketua Umum
2 Achmad Nopransyah XI IPA 1 Permanent Sekretaris Umum
3 Hesty Parbuntari XI IPA 1 Permanent Bendahara Umum
4 M. Ikram Jasman XI IPA 2 Permanent Ketua Divisi Diklat
5 Yiyin Sumayanti XI IPA 2 Permanent Anggota Divisi Diklat
6 Fitriani XI IPA 2 Permanent Anggota Divisi Apresiasi Seni Islami
7 Vini Danta Sari XI IPS 2 Permanent Anggota Divisi Diklat
8 Merliansyah XI IPA 1 Permanent Anggota Divisi Diklat
9 Riki Anggara XI IPA 1 Permanent Ketua Divisi Kaderisasi
10 Marten Pratama XI IPS 2 Permanent Anggota Divisi Kaderisasi
11 Winda Destariani XI IPA 1 Permanent Anggota Divisi Kaderisasi
12 Destri Andriani XI IPS 1 Permanent Anggota Divisi Kaderisasi
13 Dian Yudhistira XI IPS 2 Permanent Ketua Divisi LITBANG
14 Linda Rimadini XI IPA 1 Permanent Anggota Divisi LITBANG
15 Bella Asliyanizar Putri XI IPA 2 Permanent Anggota Divisi LITBANG
16 M. Khairuman XI IPA 1 Permanent Ketua Divisi Apresiasi Seni Islam
17 Maria Selviani XI IPA 2 Permanent Anggota Divisi Keputrian
18 Rahman Taufik XI IPA 1 Permanent Ketua Divisi Perpustakaan Musholla
19 Rizki Utama Putriani XI IPS 2 Permanent Anggota Divisi Perpustakaan Musholla
20 Reling Nopitasari XI IPS 2 Permanent Anggota Divisi Perpustakaan Musholla
21 Meki Arian Saputra XI IPA 1 Permanent Anggota Divisi Perpustakaan Musholla
22 Iful Amri XI IPA 1 Permanent Ketua Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
23 Nia Liani XI IPA 1 Permanent Anggota Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
24 Eriski Isnanda XI IPA 1 Permanent Anggota Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
25 Robian Susilo XI IPS 2 Permanent Anggota Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
26 Susiana XI IPA 2 Permanent Anggota Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
27 Adam Akhmad Akbar XI IPA 1 Permanent Ketua Divisi Dana Usaha
28 Retno Suri Anjani XI IPS 2 Permanent Anggota Divisi Dana Usaha
29 Iman Hidayat XI IPS 1 Permanent Anggota Divisi Keputraan
30 Eko Agustian XI IPA 2 Permanent Ketua Divisi Keputraan
31 M. Adi Nugraha XI IPA 2 Permanent Anggota Divisi Keputraan
32 Erna Siaga XI IPA 1 Permanent Ketua Divisi Keputrian
33 Reksa Alviona XI IPA 1 Permanent Anggota Divisi Keputrian
34 Ummi Sakdiah XI IPS 1 Permanent Anggota Divisi Keputrian
35 Nini Rahmawati XI IPS 2 Permanent Anggota Divisi Keputrian
36 Nova Aprisa XI IPA 2 Permanent Anggota Divisi Keputrian

Hasil Upgrading Pengurus(2)

Assalamu’alaikum..

Berikut nama-nama pengurus DKM baru, status sebagai additional pengurus DKM. Dipilih melalui rapat upgrading pengurus. Guna menjabat sebagai pengurus-pengurus inti DKM masa yang akan datang(bagi kelas X). Karena kedepan DKM akan open recrutment, so diperlukan pengurus-pengurus inti yang tetap eksis di DKM.

berikut listnya..

NO NAMA KELAS Status Penempatan
1 Dody Heryanto X1 Additional Divisi LITBANG
2 Minarsih X2 Additional Divisi Diklat
3 Sella Marseli X2 Additional Divisi Kaderisasi
4 Rina X2 Additional Divisi Diklat
5 Siti Fatimah X2 Additional Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
6 Andi Oktarian X2 Additional Divisi Diklat
7 Haris Muhammad X2 Additional Divisi Kaderisasi
8 Wita Anggraini X3 Additional Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
9 Harisah X3 Additional Divisi Keputrian
10 Annisa Fadilah X3 Additional Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
11 Wage Harti X3 Additional Divisi LITBANG
12 Praditya X3 Additional Divisi Keputraan
13 Alain Fithor X3 Additional Divisi Keputraan
14 Warsito X3 Additional Divisi Apresiasi Seni Islami
15 Okta Pratama X3 Additional Divisi Dana Usaha
16 Rizki Ghafilun X3 Additional Divisi Diklat
17 Ido Patro Widodo X3 Additional Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
18 Asri Aisyah X4 Additional Divisi Keputrian
19 Pinta Saras Puspita X4 Additional Divisi Keputrian
20 Dwi Okta X4 Additional Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
21 Ngafatun Nurfauziah X4 Additional Divisi Apresiasi Seni Islami
22 Siska Oktaria X4 Additional Divisi LITBANG
23 Putri Rahmadanti X4 Additional Divisi Keputrian
24 Tiara X4 Additional Divisi Perpustakaan
25 Lili X4 Additional Divisi Kaderisasi
26 Dwi Ita X4 Additional Divisi Diklat
27 Agung Hadi Wibowo X4 Additional Divisi Dana Usaha
28 Santra Wiraga X4 Additional Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
29 Hendry A. X4 Additional Divisi Perpustakaan
30 Rosita XI IPA 1 Additional Divisi Dana Usaha
31 Ari Oktaza XI IPA 1 Additional Divisi Keputraan
32 Fenny XI IPA 2 Additional Divisi LITBANG
33 Rian Hidayat XI IPA 2 Additional Divisi Keputraan
34 Wafa Sari XI IPS 1 Additional Divisi Perpustakaan
35 Kurnia Okta H XI IPS 1 Additional Divisi Apresiasi Seni Islami
36 Intan Baiduri XI IPS 1 Additional Divisi Perpustakaan
37 Okta Saputra XI IPS 1 Additional Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
38 Syabna Mita XI IPS 2 Additional Divisi Dana Usaha
39 Didi Kurnandi XI IPS 2 Additional Divisi Pengadaan Fasilitas dan Ketertiban Piket
40 Dewi Meilanda Sari X2 Additional Divisi Perpustakaan
41 Erlin Helisti XI IPS 2 Additional Divisi Apresiasi Seni Islami
42 Yesica X4 Additional Divisi Diklat
43 Winda Anggraini X4 Additional Divisi Kaderisasi
44 Eko Purwadi X1 Additional Divisi Keputraan

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..