Tes Hafalan Al-Ma’tsurat Pengurus DKM

Assalamu’alaikum Wr. Wb Rabu, 28 April 2009. Pengurus DKM saling tes hapalan al-ma’tsuratnya masing-masing. Memang baru setengah (sampai An-Nas). Berdasarkan hasil tes ternyata banyak pengurus yang belum hafal betul dengan lancar terutama Al-Baqarah 256-257 dan akhir-akhir ayat lainnya.

Ketua DKM akhirnya memutuskan agar rekan yang mengetes harus meremedial teman-teman yang belum hafal betul sampai hari Kamis, 29 November 2009. Alasan ketua “Bagaimana kita akan mengevaluasi hafalan teman-teman di DKM jika kita sendiri belum dapat memberikan contoh yang baik. Dari awal sampai An-Nas itu mudah, jika kita memang sering membaca al-ma’tsurat di pagi dan petang. Ini mengindikasikan siswa sudah jarang membaca zikir al’ma’tsurat setiap pagi dan petangnya.”

Kemungkinan u/ siswa lainnya, baik kelas X dan XI akan dilaksanakan tes secepatnya setelah ini. Kemungkinan besar tes tertulis.

Wassalamu’alaikumm Wr.. Wb..

Iklan

Salah Baca Salah Arti

Siapa sich muslim yang tidak tahu dengan surat Al-Fatihah. Surat ini merupakan surat pembuka dalam Al-Qur’an. Mungkin kita juga pernah mendengar lagu yang berisikan arti dari surat ini atau sering disebut senandung Al-Fatihah. Isi lagu itu pun membuat kita tahu dengan Sang Pencipta alam ini. Selain itu, tepat di ayat 5 surat Al-Fatihah ini menjelaskan bahwa kepada siapa kita harus menyembah dan kepada siapa kita harus meminta pertolongan.

Apabila kita membaca satu ayat saja tanpa memperhatikan tajwid serta panjang dan pendeknya bacaan, maka dapat membuat ayat tadi salah arti atau mungkin sama sekali tidak mempunyai arti. Bagaimana dengan surat Al-Fatihah yang terdiri dari 7 ayat kalau satu ayat saja bias salah arti. Apalagi surat itu dibaca pada saat shalat yang di mana shalat itu merupakan kewajiban. Al-Fatihah juga merupakan salah satu dari rukun shalat itu sendiri. Jadi, kalau satu rukun aja tidak terpenuhi maka shalat jadi batal deh. Muslim sejati tidak akan menerima kalau shalat yang dilakukannya selama ini terbengkal hanya karena satu rukun yang jadi masalah.

Surat Al-Fatihah adalah surat yang paling besar dalam Al-Qur’an, seperti yang dikatakan hadist yang artinya “Dari Abu Said Al Mualla ra., ia berkata : “Akan aku ajarkan kepadamu surat yang paling besar dalam Al-Qur’an”. Lalu ia bersabda : “Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin”, itulah “Assab’ul Matsaanii” (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan termasuk Qur’an yang besar yang telah diberikannya kepadaku”. (H.R. Bukhari Muslim). Para ulama mengartikannya sebagai surat Al-Fatihah.

Jadi, udah pada tahu kan betapa pentingnya surat Al-Fatihah. Kita mesti berusaha untuk tidak salah baca lagi karena kalau salah baca ntar salah arti.

Mulai dari Diri Sendiri Dulu

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Manusia tinggal di dunia bukan cuman numpang hidup doank tapi manusia itu dilahirkan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Sang Pencipta. Baik itu shalat, puasa, zakat, dan perintah lainnya. Sehingga, membuat kita menjadi beriman dan selalu ingat kepada-Nya.

Bicara masalah iman, kita semua udah pada tahu kalau iman itu diaplikasikan dengan cara meyakini, mempelajari, dan mengamalkan. Ternyata, ada satu lagi loh yang selama ini dapat membuat kita tambah beriman, yaitu berdakwah. Dakwah itupun wajib bagi setiap muslim.

Apakah kita sudah melakukannya? Tanya deh ke hati kita. Lalu, kepada siapa kita harus berdakwah. Q.S.19:59 itu adalah jawabannya.

Pada esensinya, dakwah adalah tentang bagaimana melunakkan hati. Sebelum melunakkan hati orang lain, maka lunakkanlah dulu hati kita secara sempurna. Sebenarnya semua itu gak sulit loh. Asalkan kita udah mengaplikasikan ketiga cara iman tadi, Insya Allah tantangan dan rintangan hanya menjadi angin yang berhembus di tubuh kita. Jangan pernah takut dikatakan da’i yang tugasnya kayak penceramah. Karena itu memang kewajiban kita.

Seorang dai harus menghidupkan hatinya sebelum menaklukkan hati orang lain. Sebagaimana Rasulullah saw. Memberi isyarat dengan hidup dan mati, maka bagaimana mungkin yang mati akan menghidupkan, sedang yang hidup saja belum tentu mampu menghidupkan. Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang yang selalu berdzikir (mengingat) Allah dengan orang-orang yang tidak mengingat-Nya adalah seperti yang hidup dan yang mati.” (H.R. Bukhari).

Sekarang udah tahu kan kalau berdakwah itu penting seperti yang sering dikatakan guru agama kita itu loh. Tapi, sebelum itu perbaikilah kepribadian kita dulu sebelum memperbaiki pribadi orang lain. Jangan lupa ya buka Q.S.19:59. Semoga diantara kita tidak termasuk golongan itu. Amin.

Idola Sebenarnya

Siapa sich di antara umat Islam ini gak kenal dengan Rasulullahnya. Nabi Muhammad adalah manusia yang paling terkenal di seluruh dunia sejak abad 571 M sampai 2009 M ini. Beliau merupakan nabi terakhir kita sehingga tidak ada lagi nabi-nabi yang laen di dunia ini.

Mungkin di tanggal 9 Maret 2009 atau bertepatan dengan 12 rabiul awal. Ada apa sich dengan tanggal itu. Coba deh lihat kalender, kok tanggalnya merah ya. Biasanya kalau tanggal merah berarti untuk siswa atau pelajar sekolah itu biasanya menghabiskan waktunya dengan bersantai, jalan-jalan, shopping, pulang kampong, dan sebagainya. Lalu, Apakah benar kalau tanggal itu mesti dilakuin dengan aktivitas yang kayak gitu. Bad Way.

Ternyata, kalau dilihat lagi di kalender nasional, ada keterangan yang menyatakan bahwa tanggal itu berarti “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW”. So, What’s wrong? Mungkin bagi mereka yang mengerti dengan sejarah, perjuangan, kehidupan, tantangan dan cobaan Rasulullah. Mereka akan melewati hari itu dengan selalu berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan melakukan ibadah-ibadah lainnya. Karena apa, mereka melakukan hal itu karena mereka tahu kalau tanggal itu hanya terjadi setahun sekali, seperti kita merayakan miLad (Ulang Tahun).

Rasulullah SAW pun pernah dijanjikan oleh Allah bahwa beliau pasti akan masuk surga. Ingin donk masuk surga. Makanya lakukanlah apa yang diperbuat oleh rasulullah kita. Bukan meniru perbuatan seperti artis-artis sekarang yang tak pantas untuk diidolakan. Lihat aja gaya mereka. Memang bagus menurut kita tapi menurut Sang Khaliq itu layak masuk neraka yang bertetanggaan dengan Britney Spear, Qarun, Fir’aun, dll.

Lalu, bagaimana caranya bisa masuk surga. Simak dan pedomani hadist Bukhori berikut ini yang artinya “Dari Abu Ayub ra. Berkata : bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw., kabarkanlah kepadaku tentang amal yang dapat memasukkan aku ke surga? Ada orang lain bertanya : Apakah yang ditanyakannya? Lalu beliau bersabda : Dia bertanya tentang sesuatu yang penting baginya. Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan akan sesuatu dengan-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat sambunglah

Back To Basic

Hari demi hari tak terasa telah kita lewati bersama kenangan-kenangan terindah dan terburuk. Semenjak masih kecil, kita hanya tahu kalau kita adalah seseorang yang statusnya agama islam dan terlahir di keluarga muslim. Jadi, shalat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya itu kita ketahui dari keluarga.

Ketika lahir, kita yang punya orang tua beragama Islam telah melantunkan nada adzan bagi ikhwan dan iqomah untuk akhwat yang menyatakan bahwa kita adalah seorang muslim. Lalu, apakah adzan dan iqomah yang salah satu isinya berisikan dua kalimat syahadat itu hanya sebagai status untuk menyatakan kalau kita adalah Islam doank. Tentunya tidak.

Dua kalimat di atas merupakan rukun islam pertama. Sehingga, apabila rukun Islam yang pertama tidak dijalankan secara sempurna, maka akan mempengaruhi rukun-rukun islam yang lainnya. Sebenarnya apa sich makna dari kalimat itu. Tiada Tuhan Selain Allah, Muhammad Utusan Allah. Kita semua udah tahu kalau Allah adalah tuhan kita. Tapi, apakah kita telah mempercayainya secara khafah. Kalimat yang lain artinya Muhammad merupakan utusan Allah, maksudnya mengakui secara lahir batin bahwa beliau adalah hamba Allah dan Rasul-ya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan konsekuensinya: mentaati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang disyari’atkan.

Udah tahu makna dua kalimat syahadat. Akan tetapi, kita tetap tidak bisa mengamalkannya. Hati-hati aja ntar. Karena Rasulullah saw. Bersabda yang artinya :

“Siapa yang mengatakan Laaillaaha Ilallaah dan dia kufur kepada apa-apa yang disembah selain Allah maka haramlah harta dan darahnya serta hisabnya terserah Allah Ta’ala .” (HR Muslim).

Itu benar-benar hadist shahih. Jadi, jangan pernah mencuekinya. Apakah kita mau kalau darah dan harta yang telah kita dapat hanya menjadi sia-sia doank. Muslim sejati tidak akan rela menerima semua ini.

So, percayalah kepada Allah. Dia selalu ada untuk melindungi kita dan ikutilah ajaran Rasulullah. Jangan ikuti ajaran lain. Pendamkan dalam hati dan ucapkan dua kalimat syahadat dengan sungguh-sungguh. Jangan lupa basmallah agar lebih diridhoi-Nya.

ADA YANG TERLUPAKAN

Di dunia ini, tidak ada orang yang tidak mempunyai teman. Karena manusia diciptakan untuk saling mengenal atau sering disebut zoon politicon. Apalagi zaman sekarang, kalau gak punya teman namanya gak gaul.

Di sekolah, kita sering bertemu dengan teman kita. Sehingga, lama-kelamaan kita menjadi sangat akrab. Apalagi kalau udah bertatap muka pasti ada aja yang mau dibicarakan. Walaupun itu sesama jenis ataupun lawan jenis kalau ngobrol pake sentuhan tangan itu merupakan hal yang biasa.”Namanya juga teman” kata mereka.

Ada yang menarik dari persahabatan, baik dari kaum Adam maupun dari kaum Hawa. Kalau kaum Adam kata “bro” merupakan kata yang tidak asing lagi kalau bertemu, sedangkan kaum Hawa udah kayak tante-tante deh kalau bertemu solanya mereka sering bilang “Hi, Jeng!”. Malahan ada yang tidak sama sekali berbicara, hanya sekedar lewat doank kalau bertemu. Sebenarnya, itu ajaran siapa sich. 85% dari orang Indonesia kita tidak tahu.

Ada perintah Allah yang tak terasa kita sudah sengaja melupakannya dalam Al-Qur’an tepatnya surah An-Nisa ayat 86 yang artinya “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” Para ahli kitab mengatakan Penghormatan dalam Islam ialah: dengan mengucapkan Assalamu’alaikum.

So, yang mana yang seharusnya kita pilih. Al-Qur’an atau unknown yang tak tahu bagaimana sosoknya? Jiwa kita tahu jawabannya. Maka, jangan pernah takut untuk melakukan hal yang seharusnya kita lakukan. Jadi, intinya kalau bertemu ucapkan salam ya. Ok!

Bad Day for Our Religion

Bulan Februari merupakan bulan yang paling ditunggu oleh para pemuda. Jadi, gak salah kalau bulan ini adalah bulannya remaja. Apalagi tanggal 14 bulan itu. Wow, berjuta syetan pada pesta deh dengan sepasang kekasih yang lagi dimadu cinta (hawa nafsu kaleee). Mereka memanfaatkannya dengan berbagi kasih dan sayang mereka hingga nafsu pun merajalela di diri mereka. Warna-warna merah muda seakan-akan menjadikan hati mereka semakin bersatu.

Lalu, apakah hari tersebut hanya untuk dua orang yang lagi jatuh cinta (katanya). Kebanyakan bagi mereka-mereka yang berstatus jomblo memanfaatkan hari itu dengan mengungkapkan kasih sayang mereka dengan salah satu caranya adalah tukar kado. Hadiah itu pun dibikin special untuk teman, orang tua, atau orang yang mereka sayangi. Sebenarnya sich sah-sah aja ngelakiun itu asalkan niatnya bukan untuk yang lain apalagi kalau niat itu ditujukan khusus untuk hari valentine, Please, Don’t Do It!

Ada pepatah anak-anak rohis yang mengatakan Tak Kenal Maka Ta’aruf(kenalan). Tau Valentine tapi gak tau sejarahnya, itu sama aja bo’ong. Kalau remaja muslim yang tau sejarahnya Valentine, mereka gak akan merayakan hari itu. Loe tw gak sich…?! Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang karena kesalahan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelar Saint atau Santo. Selain itu, 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 – 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.

Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut Supercalis yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani (Kristian), pesta ‘supercalis’ kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata Galentine yang berarti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’ bernama St. Valentine mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui greeting card, pesta persaudaraan, dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. Tumbangnya Kerajaan Islam Spanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Selain itu, 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Spanyol.

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya.” (Surah Al-Isra : 36)

So, kalian semua udah pada tau kan sejarah Valentine. Kalau kamu-kamu masih mau ngelakuin itu. Ingat aja ayat di atas sebagai pengingat kita apabila kita ingin melakukannya. Ntar, alat2 indera qta akan dipertanggungjawabkan loe.

Jadi, apakah pantas kita merayakan hari yang dimana Islam runtuh dan juga hari peringatan kematian seorang kristiani dengan berhora-hora melampiaskan hawa nafsu yang tidak sepantasnya kita lakukan. Ingat jangan pernah terpengaruh dengan perlakuan orang bodoh di luar sana. Pendamkanlah dalam diri kalian bahwa

Valentine Day is Bad Day for Our Religion

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..