Bad Day for Our Religion

Bulan Februari merupakan bulan yang paling ditunggu oleh para pemuda. Jadi, gak salah kalau bulan ini adalah bulannya remaja. Apalagi tanggal 14 bulan itu. Wow, berjuta syetan pada pesta deh dengan sepasang kekasih yang lagi dimadu cinta (hawa nafsu kaleee). Mereka memanfaatkannya dengan berbagi kasih dan sayang mereka hingga nafsu pun merajalela di diri mereka. Warna-warna merah muda seakan-akan menjadikan hati mereka semakin bersatu.

Lalu, apakah hari tersebut hanya untuk dua orang yang lagi jatuh cinta (katanya). Kebanyakan bagi mereka-mereka yang berstatus jomblo memanfaatkan hari itu dengan mengungkapkan kasih sayang mereka dengan salah satu caranya adalah tukar kado. Hadiah itu pun dibikin special untuk teman, orang tua, atau orang yang mereka sayangi. Sebenarnya sich sah-sah aja ngelakiun itu asalkan niatnya bukan untuk yang lain apalagi kalau niat itu ditujukan khusus untuk hari valentine, Please, Don’t Do It!

Ada pepatah anak-anak rohis yang mengatakan Tak Kenal Maka Ta’aruf(kenalan). Tau Valentine tapi gak tau sejarahnya, itu sama aja bo’ong. Kalau remaja muslim yang tau sejarahnya Valentine, mereka gak akan merayakan hari itu. Loe tw gak sich…?! Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’) yang karena kesalahan dan bersifat ‘dermawan’ maka dia diberi gelar Saint atau Santo. Selain itu, 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 – 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.

Tetapi sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut Supercalis yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani (Kristian), pesta ‘supercalis’ kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata Galentine yang berarti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang ‘martyr’ bernama St. Valentine mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui greeting card, pesta persaudaraan, dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. Tumbangnya Kerajaan Islam Spanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Selain itu, 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Spanyol.

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya.” (Surah Al-Isra : 36)

So, kalian semua udah pada tau kan sejarah Valentine. Kalau kamu-kamu masih mau ngelakuin itu. Ingat aja ayat di atas sebagai pengingat kita apabila kita ingin melakukannya. Ntar, alat2 indera qta akan dipertanggungjawabkan loe.

Jadi, apakah pantas kita merayakan hari yang dimana Islam runtuh dan juga hari peringatan kematian seorang kristiani dengan berhora-hora melampiaskan hawa nafsu yang tidak sepantasnya kita lakukan. Ingat jangan pernah terpengaruh dengan perlakuan orang bodoh di luar sana. Pendamkanlah dalam diri kalian bahwa

Valentine Day is Bad Day for Our Religion

TrackBack Identifier URI

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..