Mulai dari Diri Sendiri Dulu

<!– @page { margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Manusia tinggal di dunia bukan cuman numpang hidup doank tapi manusia itu dilahirkan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Sang Pencipta. Baik itu shalat, puasa, zakat, dan perintah lainnya. Sehingga, membuat kita menjadi beriman dan selalu ingat kepada-Nya.

Bicara masalah iman, kita semua udah pada tahu kalau iman itu diaplikasikan dengan cara meyakini, mempelajari, dan mengamalkan. Ternyata, ada satu lagi loh yang selama ini dapat membuat kita tambah beriman, yaitu berdakwah. Dakwah itupun wajib bagi setiap muslim.

Apakah kita sudah melakukannya? Tanya deh ke hati kita. Lalu, kepada siapa kita harus berdakwah. Q.S.19:59 itu adalah jawabannya.

Pada esensinya, dakwah adalah tentang bagaimana melunakkan hati. Sebelum melunakkan hati orang lain, maka lunakkanlah dulu hati kita secara sempurna. Sebenarnya semua itu gak sulit loh. Asalkan kita udah mengaplikasikan ketiga cara iman tadi, Insya Allah tantangan dan rintangan hanya menjadi angin yang berhembus di tubuh kita. Jangan pernah takut dikatakan da’i yang tugasnya kayak penceramah. Karena itu memang kewajiban kita.

Seorang dai harus menghidupkan hatinya sebelum menaklukkan hati orang lain. Sebagaimana Rasulullah saw. Memberi isyarat dengan hidup dan mati, maka bagaimana mungkin yang mati akan menghidupkan, sedang yang hidup saja belum tentu mampu menghidupkan. Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang yang selalu berdzikir (mengingat) Allah dengan orang-orang yang tidak mengingat-Nya adalah seperti yang hidup dan yang mati.” (H.R. Bukhari).

Sekarang udah tahu kan kalau berdakwah itu penting seperti yang sering dikatakan guru agama kita itu loh. Tapi, sebelum itu perbaikilah kepribadian kita dulu sebelum memperbaiki pribadi orang lain. Jangan lupa ya buka Q.S.19:59. Semoga diantara kita tidak termasuk golongan itu. Amin.

TrackBack Identifier URI

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..