Other News / Umum Flu Babi (pernah) Tewaskan 50 Juta Orang di Tahun 1918 !

Influenza babi atau flu babi (swine influenza atau pig flu) merupakan penyakit saluran pernafasan akut (severe) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang dapat menular dengan sangat cepat (orthomyxovirus). Influenza tipe A terdiri dari virus H1N1,H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.

Dan vektor virus ini menumpang babi sebagai induk semang, namun virus tersebut dapat juga menular pada manusia dan bangsa burung atau sebaliknya. Infeksi virus influensa babi dapat menyebabkan batuk, demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas. Penyakit ini dengan sangat cepat menyebar ke dalam kelompok ternak dalam waktu 1 minggu, umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan cepat kecuali bila terjadi komplikasi dengan bronchopneumonia, akan berakibat pada kematian.

1918 : 50 Juta Tewas Karena Pandemik Flu

Penyakit influensa babi (swine flu) pertama kali dilaporkan terjadi pada tahun 1918-1919 yang mana pada saat itu didunia sedang mengalami pandemik wabah penyakit flu yang menelan korban hingga 50 juta jiwa [sumber : 1918 Influenza: the mother of all pandemics]. Dan dari sumber Hampson A pada “Influenza-Dealing with a continually emerging disease” [hal 212-216] disebutkan bahwa dari pandemik flu tersebut sekitar 21 juta jiwa meninggal karena flu babi pada saat itu.

Kasus “bangkai flu” tersebut terjadi pada akhir musim panas 1918 di daratan Eropa dan meluas ke Amerika. Di daratan Eropa flu ini dikenal sebagai Spanish Flu (Flu Spanyol). Pada tahun yang sama dilaporkan terjadi wabah penyakit epizootik pada babi di Amerika tengah bagian utara yang mempunyai kesamaan gejala klinis dan patologi dengan influensa pada manusia. Karena kejadian penyakit ini muncul bersamaan dengan kejadian penyakit epidemik pada manusia, maka penyakit ini disebut flu pada babi. Para ahli kesehatan hewan berpendapat bahwa penyakit babi ini ditularkan dari manusia.

Perlu dicatat bahwa pandemik flu pada tahun 1918-1919 menyerang 1/3 penduduk dunia (sekitar 500 juta jiwa) dan menewaskan sekitar 3.3% penduduk yakni 50 juta jiwa.

Pengulangan Sejarah Pandemic Flu

Selain di negara Amerika Serikat, wabah influensa babi dilaporkan terjadi di berbagai negara Canada, Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada permulaan tahun 1968. Sementara itu, di Eropa influensa babi diketahui pada tahun 1950-an, melanda negara Cekoslovakia. Pada tahun 1957, pandemic flu Asia melanda 45 juta orang Amerika dan menewaskan 70.000 orang. Secara global hal ini menyebabkan sekitar 2 juta orang. 11 tahun kedepan, 1968-1969, pandemik flu Hongkong menginfeksi 50 juta orang Amerika dan menewaskan sekitar 33.000 orang dan kerugian lebih dari USD 3.9 miliar.

Setelah itu, virus menghilang untuk sementara waktu sampai muncul kembali wabah tahun 1976 di bagian Itali, yang kemudian menyebar ke Belgia dan bagian selatan Perancis pada tahun 1979. Sejak itu dengan cepat penyakit menyebar ke negara Eropa yang lain.

Mungkinkah Pandemik 1918 terulang kembali?

Sejak Edgar Hernandez, bocah kecil Meksiko berumur 5 tahun yang menjadi manusia pertama yang terjangkit virus flu babi di abad ke-21 telah menewaskan ratusan orang dan menyebar di empat benua. Kasus flu babi tersebut ditemukan pada 2 April 2009. Di Meksiko, episentrum penyebaran, hingga tadi malam 152 orang diyakini meninggal akibat mengidap flu babi dan lebih dari 1.600 orang diduga membawa virus berbahaya tersebut. Di luar Meksiko, sedikitnya 16 negara melaporkan adanya kasus infeksi virus flu babi, baik yang sudah dikonfirmasi maupun belum.

Dan pada tanggal 29 April 2009, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status wabah flu babi menjadi “fase 5″. Ini artinya status flu babi berada satu tingkat di bawah level tertinggi pandemic virus global. Direktur Jenderal badan PBB itu, Margeret Chan mengatakan, jika dikeluarkan keputusan untuk menaikkan status menjadi “fase 6″ atau yang tertinggi, maka seluruh negara harus “secepatnya” mengaktifkan rencana persiapan pandemic sebagai wabah penyakit global.

Dengan melihat perkembangan flu yang begitu cepat, sangatlah mungkin dunia saat ini dapat terjeremus kedalam “masa pandemik” yakni masuk dalam fase 6 pandemik. Jika saja pandemik global ini terjadi, maka negara-negara miskin dan berkembang akan memiliki dampak terbesar yakni kematian. Karena dapat dipastikan bahwa tingkat penanggulangan oleh negara maju akan lebih baik dibanding dengan negara berkembang yakni Indonesia salah satunya. Asumsi ini muncul karena meskipun flu burung yang sempat melanda dunia yang berasal dari China, namun Indonesia menjadi negara yang mengalami kasus terbanyak flu burung di dunia.

Iklan

10 Bencana Alam Paling Mematikan

Bencana alam seringkali datang tanpa diduga sama sekali, seperti halnya bencana gempa bumi yang sangat sulit diprediksi. Atau bencana topan badai yang sebenarnya masih bisa diprediksi tetapi karena komunikasi dan penanganan yang buruk tetap saja menjadi malapetaka hebat yang memakan korban jiwa yang jumlahnya tidak sedikit. Tidak sedikit bencana ini juga terjadi akibat ulah manusia yang merusak pilar-pilar keseimbangan alam seperti pembukaan lahan besar-besaran di tepian sungai atau penggundulan hutan di wilayah hulu yang pada akhirnya memicu bencana banjir atau longsor yang mematikan. Dilihat dari segi jumlah korban jiwa, dunia mencatat 10 bencana yang paling mematikan di muka bumi.

10. Gempa Aleppo (230.000 korban tewas)

Aleepo berlokasi di sepanjang bagian utara sistem patahan geologis Dead Sea Transform yang merupakan batas dari lempeng Arab dan lempeng Afrika. Gempa bumi yang terjadi merupakan yang pertama dari dua gempa beruntun di wilayah tersebut, yaitu pada bulan Oktober 1138 hingga Juni 1139 dan gempa beruntun lainnya yang lebih kuat terjadi pada bulan September 1156 hingga Mei 1159.

Yang terkena dampak paling parahnya adalah wilayah Harim, dimana para Crusaders disitu membangun sebuah benteng yang besar. Berbagai sumber menyebutkan bahwa istana di situ hancur beserta rumah-rumah ibadatnya. Kubu pertahanan Atharib, yang kemudian diduduki kaum Muslim, turut hancur. Benteng pun juga rubuh dan menewaskan 600 penjaga istana, meski gubernur dan beberapa pelayannya selamat dan mengungsi ke Mosul.

9. Gempa Bumi dan Tsunami di Sumatra (korban tewas 230.000)

Inilah bencana alam paling mematikan di awal abad 21. Gempa bumi ini, di kalangan ilmuwan disebut sebagai gempa bumi Sumatra-Andaman, merupakan gempa bumi bawah laut yang terjadi pada jam 00:58:53 UTC (07:58:53 pagi waktu setempat) pada tanggal 26 Desember 2004 dengan episentrum di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia. Gempa bumi dahsyat ini memicu tsunami di sepanjang pantai-pantai yang berbatasan dengan Samudera Hindia dan menimbulkan korban yang sangat besar dan menghancurkan pemukiman-pemukiman di dekat pantai.

Gempa ini pada awalnya tercatat berkekuatan 9.0 skala Richter, tetapi kemudian meningkat antara 9,1 dan 9,3. Dengan kekuatan seperti ini menjadikannya gempa bumi terdahsyat kedua yang pernah direkam di muka bumi (gempa dengan kekuatan terbesar adalah gempa Valdivia tahun 1960). Gempa sedahsyat ini mampu membuat seluruh planet bumi bergetar hampir setengah inch atau lebih dari satu sentimeter. Di Aceh, Indonesia, lokasi dimana sebagian besar korban jiwa berasal bahkan hingga beberapa bulan setelah hantaman tsunami, maya-mayat korban tsunami masih ditemukan dimana-mana.

8. Jebolnya Bendungan Banqiao, Cina (korban tewas 231.000)

Bendungan Banqiao didesain untuk menghadapi prediksi banjir 1000 tahunan atau sekali tiap 1000 tahun (saat curah hujan dprediksi mencapai 306 mm per-hari). Hingga pada bulan Agustus 1975 terjadi bencana banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang tidak pernah berhenti sepanjang lebih dari setahun. Pintu-pintu air akhirnya tidak mampu menampung luapan air, sebagian disebabkan sedimentasi. Akibatnya bendungan jebol di 64 titik.

Setelah akhirnya jebol, gelombang besar menyapu area di bawahnya dengan tinggi gelombang mencapai 3-7 meter dengan kecepatan 51 kilometer pe jam. Gelombang ini menyapu area hampir sepanjang 55 kilometer dan menciptakan danau besar sementara seluas 12.000 km persegi. Evakuasi berjalan sangat lambat dikarenakan kondisi cuca dan buruknya komunikasi.

7. Gempa Bumi Tangshan (242.000 tewas)

Gempa bumi Tangshan nerupakan salah satu dari gempa bumi terdahsyat di era moderen dilhat dari jumlah korbannya. Episentrum gempa berada di dekat Tangshan, Hebei, Cina, sebuah kota industri yang dihuni sekitar sejuta penduduk. Gempa terjadi pada pukul 03:42:53.8 waktu setempat (1976 July 27 19:42:53.8 UTC) dan berlangsung selama 15 detik. Sumber resmi pemerintah Cina mencatat kekuatan gempa 7,8 skala richter meski beberapa sumber menyebutkan hingga 8,2. Gempa ini merupakan gempa pertama dalam sejarah dunia moderen yang menghantam sebuah kota besar.

Pemerintah RRC menolak bantuan dunia internasional dan dikritik karena lambatnya penanganan. Keadaan ini turut menyumbang terjadinya perubahan politis hingga pada akhirnya mengakhiri revolusi budaya bangsa Cina yang tertutup.

6. Banjir Kaifeng – 1642, Cina (Korban tewas: 300)

Kaifeng, di masa kini.

Kaifeng, sebuah kota di provinsi Henan bagian utara, RRC, berlokasi di sepanjang tepian selatan Yellow River dihantam banjir dahsyat yang di sengaja dibuat oleh pasukan Kaisar Ming untuk mencegahnya di ambil alih oleh petani pemberontak pimpinan Li Zicheng. Setengah dari 600.000 ribu penduduk Kaifeng tewas akibat tersapu banjir dan juga karena kelaparan dan wabah penyakit yang menyertainya. Peristiwa ini tercatat merupakan sebuah strategi perang paling mematikan dalam sejarah (termasuk dalam genocide sistematis) dan kedua terbesar menelan korban manusia pada masanya.
Banjir ini juga mengakhiri masa emas kaum Yahudi yang dikatakan pernah mendiami Cina antara tahun 1300 hingga 1642. Menjelang bencana banjir ini populasi Yahudi di Cina sudah mencapai 5000, kebanyakan di Kaifeng.

5. Topan India – 1839, India (Korban tewas: 300,000+)

Lokasi dekat Corina

Tahun 1839, gelombang pasang setinggi 40 kaki yang disebabkan oleh topan dahsyat menyapu kota pelabuhan di Coringa mengakibatkan setidaknya 20.000 rumah hancur dan 300.000 orang tewas. Ini bukan bencana pertama yang terjadi di Coringa: tahun 1789 terjadi tiga kali gelombang pasang yang juga disebabkan oleh topan dan menghancurkan kota di mulut sungai Ganga itu serta menenggelamkan hampir semua kapal-kapal dan mengakibatkan tewasnya 20.000 orang.

4. Gempa Bumi Shaanxi – 1556, Cina (Korban tewas: 830.000)

deformasi akibat gempa Shaanxi

Musim panas di tahun 1556, terjadi gempa bumi Shaanxi atau gempa bumi Hua County, dan merupakan gempa paling mematikan yang pernah dicatat dan menimbulkan korban tidak kurang dari 830.000 jiwa. Lebih dari 97 wilayah di Provinsi Shaanxi, Henan, Gansu, Hebei, Shandong, Hubei, Hunan, Jiangsu dan Anhui merasakan akibatnya. Di beberapa wilayah tersebut bahkan kehilangan 60 persen pupulasinya. Kebanyakan dari korban tinggal di “yaodong”, gua-gua tinggal buatan yang runtuh akibat bencana. Gempa ini tercatat berkekuatan 8,3 skala Richter dan merupakan gempa kelima terdahsyat dilihat dari kekuatannya, meski dilihat dari jumlah korbannya merupakan gempa bumi yang paling mematikan.
Dikatakan gempa ini menyebabkan gunung-gunung dan sungai-sungai berubah posisinya, jalan-jalan hancur, dataran yang menyembul keluar membentuk bukit baru, atau dataran yang ambles membentuk lembah. Rumah-rumah, tempat-tempat peribadatan dan batas-batas kota runtuh seketika.

3. Topan Bhola – 1970, Bangladesh [Korban Jiwa: 500.000 – 1.000.000]

Tanggal 12 November 1970 topan Bhola yang merupakan topan tropis yang ganas menghantam Pakistan Timur (sekarang Bangladesh). Topan ini merupakan badai topan tropis paling mematikan yang pernah tercatat di muka bumi dan salah satu bencana terdahsyat di era moderen. Lebih dari 500.000 orang tewas dan kebanyakan diakibatkan oleh banjir di pulau-pulau berdataran rendah di sekitar delta sungai Ganga. Penanganan yang buruk oleh pemerintah Pakistan Timur saat itu sangat buruk dan menuai kritikan keras dari dunia internasional.

Topan ini mulai berubah menjadi badai tropis yang ganas pada 11 November dan mulai berbelok ke timur laut saat mendekati ujung teluk. Badai ini bergerak hingga kecepatan 185 km/jam dan menyebabkan hancurnya garis pantai Pakistan Timur dalam semalam tanggal 12 November dibarengi oleh naiknya gelombang pasang.

2. Banjir Sungai Kuning (Yellow River) – 1887, Cina [Korban Jiwa: 900.000 – 2.000.000]

Sungai Kuning (Yellow River)

Yelow River (Huang He) di Cina ssat itu menjadi rawan banjir akibat perluasan besar-besaran wilayah daratan di sekitarnya. Tahun 1887 Yellow River meluap dahsyat dan membanjiri wilayah-wilayah tersebut dan mengakibatkan tewasnya antara 900.000 hingga 2.000.000 orang. Bencana alalm ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan yang pernah terjadi di muka bumi. Selama berabad-abad, para petani yang tinggal di sekitar Yellow River telah membuat bendungan-bendungan untuk menampung luapan air yang disebabkan akumulasi endapan di dasar sungai. Pada thaun 1887, naiknya air laut dan hujan deras yang berlangsung terus menerus selama berhari-hari menyebabkan bendungan-benfungan itu meluap menimbulkan banjir besar dimana-mana. Air bah dari Yellow River diperkirakan menghantam melalui bendungan-bendungan di Huanyankou, dekat kota Zhengshou di provinsi Henan.

Karena datarannya yang relatif rendah, banjir ini menyebar cepat menyeberang ke Cina bagian utara, melubgkupi area seluas 50.000 mil persegi, menyapu daerah-daerah pertanian dan pusat-pusat bisnis. Setelah banjir, dua juta orang kehilangan tempat tinggalnya. Wabah penyakit dan minimnya persediaan bahan pokok ikut menambah banyak daftar korban tewas.

1. Banjir Yellow River – 1931, Cina [Korban tewas: 1.000.000 – 4.000.000]

Pengungsi akibat meluapnya Sungai Kuning (Yellow River)

Bencana banjir di Yellow River (Huang He) tahun 1931 hingga saat ini tercatat sebagai bencana alam paling mematikan dalam sejarah umat manusia dan juga dalam abad 20 (jika pandemik yang menyertainya tidak dihitung). Perkiraan jatuhnya korban jiwa adalah sebanyak 1 juta hingga 4 juta nyawa. Kematian dalam jumlah yang luar biasa itu tidak hanya dikarenakan hanyut atau tenggelam disapu banjir, tapi juga akibat wabah penyakit dan kelaparan.

Antara bulan Juli dan November, beberapa wilayah daratan seluas 88.000 km persegi seluruhnya dilanda banjir, dan sekitar 21.000 km persegi lainnya hanya bagian tertentu saja yang disapu banjir. Hingga saat ini Yellow River (SUngai Kuning) di Cina ini sering disebut sebagai “Derita Cina (China’s Sorrow) karena telah menelan jutaan korban jiwa manusia akibat banjir.

Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2009

TUJUAN:
Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) bertujuan untuk membangkitkan minat dan memupuk kegemaran remaja untuk melakukan kegiatan penelitian yang bersifat ilmiah.

SYARAT PESERTA:
Warga Negara Indonesia; Siswa SMA/MA negeri/swasta; Perorangan atau kelompok; Usia maksimum 19 tahun; Bersedia menyerahkan hak cipta hasil karyanya; Tunduk kepada keputusan Dewan Juri.

RUANG LINGKUP KEILMUAN:
Pertanian, Biologi, Matematika, Fisika, Mesin, Elektronika, Kimia, Geologoi, Kesehatan, Psikologi, Bahasa, Kesusastraan, Sejarah, Kebudayaan, Ekologi, Antar Bidang, Ekonomi, Manajemen, Pendidikan, Sosiologi.

Karya tulis dapat berupa penemuan baru, rekaan asli, inovasi, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan masyarakat.

PENYAJIAN:
Judul menarik, singkat, dan mencerminkan isi karya penelitian; Menyertakan pendahuluan yang menerangkan intisari masalah yang diteliti, metode atau tatacara lain yang dipakai untuk mendapatkan data dan informasi; Menguraikan hasil penelitian berdasarkan pustaka yang dipakai; Memberikan secara lengkap daftar pustaka (nama penulis, tahun, judul buku/laporan, nama penerbit, kota).

CARA MENGIKUTI:
Karya dikirim kepada:

Sekretariat Panitia Lomba Penelitian Ilmiah Remaja
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas
Gedung B Ditjen Mandikdasmen
Jl. RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan 12410

Telp. +62 21 75912056, Fax. +62 21 75912057
email:bagpro_pwk@yahoo.com, http://www.dikmenum.go.id

Setiap karya disertai Nama Lengkap, Tempat/Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Nomor Induk Siswa, Alamat Rumah dan Alamat Sekolah lengkap dengan nomor telepon, Nama Orang Tua dan Pendidikan Orang Tua. Dilengkapi dengan fotocopy kartu OSIS/Kartu Pelajar.

Penerimaan karya penelitian ilmiah oleh Sekretariat panitia dimulai tanggal 2 Mei 2009 dan berakhir tanggal 30 Juni 2009.

PENENTUAN FINALIS & PEMENANG:
Semua karya yang masuk ke Sekretariat Panitia akan diperiksa kesesuaiannya dan persyaratannya. Semua karya yang memenuhi persyaratan akan dinilai oleh Dewan Juri untuk dipilih dan ditentukan sejumlah karya terbaik sebagai finalis. Para finalis hasil penilaian Dewan Juri akan diminta kehadirannya di Jakarta pada waktu yang telah ditentukan untuk diwawancarai guna menentukan pemenang.

HADIAH DAN PENGHARGAAN:

Menteri Pendidikan Nasional akan memberikan penghargaan berupa TABANAS, Piagam Penghargaan, serta hadiah lain kepada semua finalis.

Pemenang Pertama:
TABANAS sebesar Rp. 10.000.000,-

Pemenang Kedua:
TABANAS sebesar Rp. 7.500.000,-

Pemenang Ketiga:
TABANAS sebesar Rp. 6.000.000,-

Pemenang Harapan Pertama:
TABANAS sebesar Rp. 3.500.000,-

Pemenang Harapan Kedua:
TABANAS sebesar Rp. 3.000.000,-

KETENTUAN KHUSUS:
Karya LPIR yang dikirim tidak boleh merupakan bahan yang diajukan untuk persyaratan ujian, penyelesaian tugas sekolah, dan lain – lainnya.

Karya yang diajukan tidak boleh diikutkan pada lomba lain dan juga bukan karya yang pernah diikutsertakan dalam lomba sebelumnya atau lomba lain yang sejenis.

Apabila hasil karya yang terpilih sebagai finalis merupakan hasil karya kelompok, maka yang diundang hanya ketua atau salah satu anggota kelompok yang mendapat kepercayaan untuk mewakili kelompoknya, dengan persyaratan tertulis.

Sumber
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas

Ingat Kita Bertamu

Saudara-Ku yang Insya Allah dirahmati oleh Allah. Teman-teman sekalian pasti sering/pernah bertamu/silaturrahim ke rumah kerabat, sanak keluarga, teman, guru, tetangga dan lain sebagainya. Tentunya terkadang kita “jaim” banget lho. Sedikit malu-malu gitchu..! Kalau disediain makanan, serasa sungkan untuk makan lebih banyak yah karena menjaga etika lah gitu y! atau sekedar ja’im.. Males lah dibilang orang kelaperan.. Hehehehe..

Mulai dari sikap dan tingkah laku kita perlahan berubah bahkan ada yang sampai 180 derajat kali y?! Mungkin yang selama ini dirumah sering bertingkah seenaknya namun ketika bertamu ke rumah orang lain (guru) misalnya. Perlahan berubah. Kata-kata jadi sopan, mulai bersikap dewasa, mau membantu orang lain (habis makan cuci piring dulu ah…) de el-el.

Namun sikap kita perlahan tak pernah berubah walaupun kita telah menjadi tamu kehormatan dari yang Maha Terhormat ketika kita mengunjungi rumah-Nya. Ya, sudah tertebak khan? Masjid. Ketika kita memasuki masjid, santai saja tak ada perubahan berarti dari dalam diri kita. Sikap kita sama seperti biasanya ga’ ada jaim (rasa takut, red.) sedikitpun kepada Yang Maha Terhormat, bahkan lebih parah (na’udzubillah..). Sering kali ketika kita memasuki masjid, kita bertindak seenaknya, mulai dari pakaian yang kotor, sikap yang tak sopan (ribut bgt, bikin gaduh, de el el) sampai ngotorin masjid, ninggalin sampah gitchu… (padahal kita jarang sekali ngebersihin masjid..)

Rasulullah SAW Bersabda..
”Barangsiapa yang memakan bawang putin, bawang merah dan bawang bakung, maka hendaklah ia menjauhi masjid kami dan duduk di rumahnya.”(Riwayat Muslim).

”Sesungguhnya masjid ini tidaklah patut untuk sesuatu berupa kencing dan kotoran, kecuali untuk berdzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an”. (Riwayat Muslim).

”Ketika aku sedang berdiri di masjid, tiba-tiba seseorang melemparku dengan kerikil. Aku pun menoleh kepadanya, ternyata ia adalah Umar Bin Khattab. Ia berkata, ”Pergilah dan datangkan dua orang tersebut!” Lalu aku membawa kedua orang tersebut. Umar berkata, ”Siapa dan dari mana kalian?” keduanya menjawab, ”Dari Thaif.” Umar kemudian berkata, ”Seandainya kalian adalah penduduk negri ini, tentu akan membuat kalian pingsan, (lantaran) kalian meninggikan suara di masjid.” (Riwayat Al-Bukhari).

Semoga bermanfaat dan semoga kita dapat menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..