Ingat Kita Bertamu

Saudara-Ku yang Insya Allah dirahmati oleh Allah. Teman-teman sekalian pasti sering/pernah bertamu/silaturrahim ke rumah kerabat, sanak keluarga, teman, guru, tetangga dan lain sebagainya. Tentunya terkadang kita “jaim” banget lho. Sedikit malu-malu gitchu..! Kalau disediain makanan, serasa sungkan untuk makan lebih banyak yah karena menjaga etika lah gitu y! atau sekedar ja’im.. Males lah dibilang orang kelaperan.. Hehehehe..

Mulai dari sikap dan tingkah laku kita perlahan berubah bahkan ada yang sampai 180 derajat kali y?! Mungkin yang selama ini dirumah sering bertingkah seenaknya namun ketika bertamu ke rumah orang lain (guru) misalnya. Perlahan berubah. Kata-kata jadi sopan, mulai bersikap dewasa, mau membantu orang lain (habis makan cuci piring dulu ah…) de el-el.

Namun sikap kita perlahan tak pernah berubah walaupun kita telah menjadi tamu kehormatan dari yang Maha Terhormat ketika kita mengunjungi rumah-Nya. Ya, sudah tertebak khan? Masjid. Ketika kita memasuki masjid, santai saja tak ada perubahan berarti dari dalam diri kita. Sikap kita sama seperti biasanya ga’ ada jaim (rasa takut, red.) sedikitpun kepada Yang Maha Terhormat, bahkan lebih parah (na’udzubillah..). Sering kali ketika kita memasuki masjid, kita bertindak seenaknya, mulai dari pakaian yang kotor, sikap yang tak sopan (ribut bgt, bikin gaduh, de el el) sampai ngotorin masjid, ninggalin sampah gitchu… (padahal kita jarang sekali ngebersihin masjid..)

Rasulullah SAW Bersabda..
”Barangsiapa yang memakan bawang putin, bawang merah dan bawang bakung, maka hendaklah ia menjauhi masjid kami dan duduk di rumahnya.”(Riwayat Muslim).

”Sesungguhnya masjid ini tidaklah patut untuk sesuatu berupa kencing dan kotoran, kecuali untuk berdzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an”. (Riwayat Muslim).

”Ketika aku sedang berdiri di masjid, tiba-tiba seseorang melemparku dengan kerikil. Aku pun menoleh kepadanya, ternyata ia adalah Umar Bin Khattab. Ia berkata, ”Pergilah dan datangkan dua orang tersebut!” Lalu aku membawa kedua orang tersebut. Umar berkata, ”Siapa dan dari mana kalian?” keduanya menjawab, ”Dari Thaif.” Umar kemudian berkata, ”Seandainya kalian adalah penduduk negri ini, tentu akan membuat kalian pingsan, (lantaran) kalian meninggikan suara di masjid.” (Riwayat Al-Bukhari).

Semoga bermanfaat dan semoga kita dapat menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

TrackBack Identifier URI

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..