Other News / Umum Flu Babi (pernah) Tewaskan 50 Juta Orang di Tahun 1918 !

Influenza babi atau flu babi (swine influenza atau pig flu) merupakan penyakit saluran pernafasan akut (severe) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang dapat menular dengan sangat cepat (orthomyxovirus). Influenza tipe A terdiri dari virus H1N1,H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.

Dan vektor virus ini menumpang babi sebagai induk semang, namun virus tersebut dapat juga menular pada manusia dan bangsa burung atau sebaliknya. Infeksi virus influensa babi dapat menyebabkan batuk, demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas. Penyakit ini dengan sangat cepat menyebar ke dalam kelompok ternak dalam waktu 1 minggu, umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan cepat kecuali bila terjadi komplikasi dengan bronchopneumonia, akan berakibat pada kematian.

1918 : 50 Juta Tewas Karena Pandemik Flu

Penyakit influensa babi (swine flu) pertama kali dilaporkan terjadi pada tahun 1918-1919 yang mana pada saat itu didunia sedang mengalami pandemik wabah penyakit flu yang menelan korban hingga 50 juta jiwa [sumber : 1918 Influenza: the mother of all pandemics]. Dan dari sumber Hampson A pada “Influenza-Dealing with a continually emerging disease” [hal 212-216] disebutkan bahwa dari pandemik flu tersebut sekitar 21 juta jiwa meninggal karena flu babi pada saat itu.

Kasus “bangkai flu” tersebut terjadi pada akhir musim panas 1918 di daratan Eropa dan meluas ke Amerika. Di daratan Eropa flu ini dikenal sebagai Spanish Flu (Flu Spanyol). Pada tahun yang sama dilaporkan terjadi wabah penyakit epizootik pada babi di Amerika tengah bagian utara yang mempunyai kesamaan gejala klinis dan patologi dengan influensa pada manusia. Karena kejadian penyakit ini muncul bersamaan dengan kejadian penyakit epidemik pada manusia, maka penyakit ini disebut flu pada babi. Para ahli kesehatan hewan berpendapat bahwa penyakit babi ini ditularkan dari manusia.

Perlu dicatat bahwa pandemik flu pada tahun 1918-1919 menyerang 1/3 penduduk dunia (sekitar 500 juta jiwa) dan menewaskan sekitar 3.3% penduduk yakni 50 juta jiwa.

Pengulangan Sejarah Pandemic Flu

Selain di negara Amerika Serikat, wabah influensa babi dilaporkan terjadi di berbagai negara Canada, Amerika Selatan, Asia dan Afrika pada permulaan tahun 1968. Sementara itu, di Eropa influensa babi diketahui pada tahun 1950-an, melanda negara Cekoslovakia. Pada tahun 1957, pandemic flu Asia melanda 45 juta orang Amerika dan menewaskan 70.000 orang. Secara global hal ini menyebabkan sekitar 2 juta orang. 11 tahun kedepan, 1968-1969, pandemik flu Hongkong menginfeksi 50 juta orang Amerika dan menewaskan sekitar 33.000 orang dan kerugian lebih dari USD 3.9 miliar.

Setelah itu, virus menghilang untuk sementara waktu sampai muncul kembali wabah tahun 1976 di bagian Itali, yang kemudian menyebar ke Belgia dan bagian selatan Perancis pada tahun 1979. Sejak itu dengan cepat penyakit menyebar ke negara Eropa yang lain.

Mungkinkah Pandemik 1918 terulang kembali?

Sejak Edgar Hernandez, bocah kecil Meksiko berumur 5 tahun yang menjadi manusia pertama yang terjangkit virus flu babi di abad ke-21 telah menewaskan ratusan orang dan menyebar di empat benua. Kasus flu babi tersebut ditemukan pada 2 April 2009. Di Meksiko, episentrum penyebaran, hingga tadi malam 152 orang diyakini meninggal akibat mengidap flu babi dan lebih dari 1.600 orang diduga membawa virus berbahaya tersebut. Di luar Meksiko, sedikitnya 16 negara melaporkan adanya kasus infeksi virus flu babi, baik yang sudah dikonfirmasi maupun belum.

Dan pada tanggal 29 April 2009, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan status wabah flu babi menjadi “fase 5″. Ini artinya status flu babi berada satu tingkat di bawah level tertinggi pandemic virus global. Direktur Jenderal badan PBB itu, Margeret Chan mengatakan, jika dikeluarkan keputusan untuk menaikkan status menjadi “fase 6″ atau yang tertinggi, maka seluruh negara harus “secepatnya” mengaktifkan rencana persiapan pandemic sebagai wabah penyakit global.

Dengan melihat perkembangan flu yang begitu cepat, sangatlah mungkin dunia saat ini dapat terjeremus kedalam “masa pandemik” yakni masuk dalam fase 6 pandemik. Jika saja pandemik global ini terjadi, maka negara-negara miskin dan berkembang akan memiliki dampak terbesar yakni kematian. Karena dapat dipastikan bahwa tingkat penanggulangan oleh negara maju akan lebih baik dibanding dengan negara berkembang yakni Indonesia salah satunya. Asumsi ini muncul karena meskipun flu burung yang sempat melanda dunia yang berasal dari China, namun Indonesia menjadi negara yang mengalami kasus terbanyak flu burung di dunia.

TrackBack Identifier URI

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..