Siap-Siap!

Assalamu’alaikum..
Siap Grak!hehehehe..
BUkanlah, cuma bercanda…
Simak potongan hadist berikut..

“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah orang-orang yang terasing” (HR. Muslim).

Udah ngerti lum maksudnya siap2?

Di ats hadist lho, bukan perkataan yang nulis ni message. Kamu percaya g ma hadist Rasul? Sebagai seorang Muslim/Muslimah sejati kudu yakin dunk..

“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan terasing….”
Mungkin teman-teman sudah bisa terima kenyataan dan kalimat ini sampai disini.
Bayangkan saja, saat dakwah Rasulullah di Mekkah selama 13 Tahun. Hanya terjaring(eh, emang audisi..?!?) 40 pemuda dan 5 orang wanita.
Pada awalnya rasulullah juga dakwah secara sembuni-sembuni(bukan maen simbunan/sumput-sumputan(eh, bahasa mana tuch..). Sampai akhirnya setelah turun Al-Mudatsir:1-7, Rasulullah akhirnya berdakwah dengan terang-terangan(seterang mentari… uy, lebay…!)
Bersama sahabatnya Rasulullah terus berjuang mati-matian, dicemooh, dicaci-diboikot, di jauhi, dll..Hingga akhirnya mereka hijrah ke madinah.

“….dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana awalnya..”
nah ini yang jarank kita resapi terutama bagi anak-anak DKM (penyeru dan pengelola dakwah smanpala).
Kita sering menyerah ketika jumlah kita yang sedikit (padahal Rasulullah dulu gmana?). Kita langsung down, hopelessssss,,,sss,,,ss ketika disindir  guru(gmana nech), dll..

Kita harus siap merasa terasing dunk(eits, untuk hal yang baik tentunya n tetep instropeksi diri, mungkin jg ada hal yang salah sehingga kita terasing)

-ketika orang lain g’ sholat jama’ah, kita harus pede dunk, sholat jama’ah. Emang kewajiban, terutama bagi laki-laki,..

-Ketika orang lain sibuk keluyuran hepi-hepi, kita harus tampil beda. Kita sedang sibuk ngurusin dakwah, belajar, istirahat, dll. (Pahalanya lho, lebih baik dari bumi dan seisinya, inget tuch!!)

-Ketika orang lain pada pamer menggunakan pakaian jeans, pakaian ketat lainnya, jilbab mini (sampai leher nya tercekik,kik-kik-kik), kaos nan membentuk tubuh. Kita harus siap merasa terasing dan mempelopori penggunaan jilbab longgar nan lebar, pakaian yang sederhana nan rapi, de el-el..

-Ketika orang lain pada sibuk pacaran, nyari pasangan (coz ga laku-laku) kita harus pede dunk, tetap menjaga pandangan, tetap tidak bercambur-baur, jaga lisan+hati. Dan yakinlah jodoh dan pasangan kita ditentukan oleh Allah walaupun nantinya juga harus berikhtiar dengan cara yang syar’i ketika waktunya dah tiba..

Lalu mengapa sih harus mengikuti ajakan ini.. Jawabannya adalah..jeng-jeng-jeng-jeng…..

“….MAKA BERUNTUNGLAH ORANG-ORANG YANG TERASING.”

Oleh Karena itu, bersiaplah menjadi orang yang terasing!

Semoga Bermanfaat. Afwan jika an ada salah, jika ingin kirim tulisan silakan kirim k email dkm.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Iklan

Ingat Kita Bertamu

Saudara-Ku yang Insya Allah dirahmati oleh Allah. Teman-teman sekalian pasti sering/pernah bertamu/silaturrahim ke rumah kerabat, sanak keluarga, teman, guru, tetangga dan lain sebagainya. Tentunya terkadang kita “jaim” banget lho. Sedikit malu-malu gitchu..! Kalau disediain makanan, serasa sungkan untuk makan lebih banyak yah karena menjaga etika lah gitu y! atau sekedar ja’im.. Males lah dibilang orang kelaperan.. Hehehehe..

Mulai dari sikap dan tingkah laku kita perlahan berubah bahkan ada yang sampai 180 derajat kali y?! Mungkin yang selama ini dirumah sering bertingkah seenaknya namun ketika bertamu ke rumah orang lain (guru) misalnya. Perlahan berubah. Kata-kata jadi sopan, mulai bersikap dewasa, mau membantu orang lain (habis makan cuci piring dulu ah…) de el-el.

Namun sikap kita perlahan tak pernah berubah walaupun kita telah menjadi tamu kehormatan dari yang Maha Terhormat ketika kita mengunjungi rumah-Nya. Ya, sudah tertebak khan? Masjid. Ketika kita memasuki masjid, santai saja tak ada perubahan berarti dari dalam diri kita. Sikap kita sama seperti biasanya ga’ ada jaim (rasa takut, red.) sedikitpun kepada Yang Maha Terhormat, bahkan lebih parah (na’udzubillah..). Sering kali ketika kita memasuki masjid, kita bertindak seenaknya, mulai dari pakaian yang kotor, sikap yang tak sopan (ribut bgt, bikin gaduh, de el el) sampai ngotorin masjid, ninggalin sampah gitchu… (padahal kita jarang sekali ngebersihin masjid..)

Rasulullah SAW Bersabda..
”Barangsiapa yang memakan bawang putin, bawang merah dan bawang bakung, maka hendaklah ia menjauhi masjid kami dan duduk di rumahnya.”(Riwayat Muslim).

”Sesungguhnya masjid ini tidaklah patut untuk sesuatu berupa kencing dan kotoran, kecuali untuk berdzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an”. (Riwayat Muslim).

”Ketika aku sedang berdiri di masjid, tiba-tiba seseorang melemparku dengan kerikil. Aku pun menoleh kepadanya, ternyata ia adalah Umar Bin Khattab. Ia berkata, ”Pergilah dan datangkan dua orang tersebut!” Lalu aku membawa kedua orang tersebut. Umar berkata, ”Siapa dan dari mana kalian?” keduanya menjawab, ”Dari Thaif.” Umar kemudian berkata, ”Seandainya kalian adalah penduduk negri ini, tentu akan membuat kalian pingsan, (lantaran) kalian meninggikan suara di masjid.” (Riwayat Al-Bukhari).

Semoga bermanfaat dan semoga kita dapat menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

Kebiasaan Menunggu Adzan

Rasulullah SAW pernah bersabda : “Ada tiga kelompok manusia yang pada hari Kiamat kelak akan ditempatkan di bukit Misik Adzfar (Bukit pasir yang menebar aroma wewangian misik), dimana mereka tidak memperdulikan hisab dan tidak merasa takut hingga selesainya pemeriksaan seluruh amal manusia. Mereka itu adalah orang-orang yang gemar membaca al-Qur’an karena mengharap keridhaan Allah Ta’ala semata. Juga orang-orang yang diuji (oleh Allah) dengan status sebagai budak ketika berada didunia, namun hal itu tidak membuat mereka lalai dari melakukan amalan akhirat. Dan orang-orang yang menyerukan panggilan untuk menegakkan shalat (muadzin).” HR. Al-Mundziri. Saudaraku seiman yang dirahmati Allah. Kadang kala kita begitu malas untuk datang ke masjid lebih awal dengan berbagai alasan. Padahal banyak sekali keutamaan yang akan kita dapat.. “Apabila datang hari Jum‘at, maka setiap pintu masjid ada Malaikat yang mencatat orang-orang yang masuk mengikut urutannya. Apabila imam telah duduk (di atas mimbar), para Malaikat menutup buku catatan mereka dan datang untuk mendengarkan zikir (khutbah). Perumpamaan orang yang hadir ke masjid lebih awal adalah bagaikan orang yang menyembelih hadyi (korban) seekor unta, kemudian seperti menyembelih seekor sapi, kemudian seperti menyembelih seekor kambing, kemudian seperti menyembelih seekor ayam, kemudian seperti orang yang memberikan sedekah sebiji telur”. HR. Muslim Selain itu datang lebih awal ke masjid/musholla memiliki banyak keutamaan lain. Kadang-kadang pabila kita hadir duluan di masjid kita berkesempatan untuk membaca Al-Qur’an terlebih dahulu, merujuk kembali referensi utama kehidupan umat manusia itu+dpt pahala juga euy.. Selain itu, kadang kita juga berkesempatan untuk membentangkan sajadah bagi orang-orang. Eh, jangan dinilai sepele loe! Ini merupakan amal jariyah. Ketika kita membentangkan sajadah untuk orang lain, dan orang lain beribadah ditempat itu. Insya Allah kita akan mendapatkan bagian pahalanya! Amien. Subhanallah sekali khan? Dan yang terakhir diantara keutamaan lain yang baru dapat kita ketahui adalah kita berkesempatan untuk mengumandangkan adzan. Rasulullah saw. juga pernah bersabda, “Tangan (pemeliharaan) Allah Yang Maha Pemurah itu berada di atas kepala orang-orang yang menyerukan panggilan untuk menegakkan sholat (para muadzin), hingga mereka selesai dari seruan itu (azan). HR. Al-Mundziri. Ada pendapat yang mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan firman Allah Ta’ala.. “Wa man ahsanu qaulammimanda’a ilallaulah” “Siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah.” -Fushilat : 33- Orang yang dimaksud adalah muadzin..

Ibadah Bukan Musiman

“…..(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka….”

-Ali-Imran : 191-

Saudara-Q se-iman yang Insya Allah dirahmati Oleh Allah

Ayat diatas sering kita baca bukan? paling tidak saat latihan qira’ah pada malam selasa ataupun malam rabu bersama Ust. Yarhan. Tapi pernahkah kita mencoba merenungi dan mengamalkan isinya..

Saudaraku, teman-teman seperjuangan di SMA Negeri 4 Lahat, kadang kita tahu bahwa seluruh hidup kita ini milik Allah, dalam setiap sholat kita membaca “Innashalati wanuski wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin”. Susah-senang kita, semuanya takdir Allah. Kewajiban kita hanyalah bersyukur, disetiap waktu kita. Mengingat Allah disetiap waktu dan gerak-gerik kita, seperti firman Allah dalam ayat diatas.

Oleh karena itu sahabatku, an hanya ingin mengingatkan bahwa ibadah kita jangan hanya saat kita butuh kepada Allah (Kita butuh Allah, setiap saat kan?). Saat masalah mulai muncul, kita baru dekat dengan Allah. Saat Ulangan Bulanan sedang berlangsung kita baru mulai ingin menunaikan sholat duha. Saat mendekati ujian, kita baru rajin-rajin tilawah. Saat mendekati lomba olimpiade, kita baru semangat untuk menunaikan sholat tahajud. Dan lain-lain sahabat-Q..

“..Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui…” Al-Hujurat : 13.

Semoga Bermanfaat..

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..