Amin

Ada seorang anak meng-amin-i al-Fatihah yang dibaca imam dengan suara keras, padahal ia shalat di belakang imam persis dan di antara barisan para orang tua.

Selesai solat, Imam berkomentar bahwa anak ini terlalu panjang membaca ‘amin’nya dan dengan suara yang paling tinggi sendiri sampai terdengar oleh orang yang berada di luar masjid sekalipun. Maka imam menasehati anak tersebut agar merendahkan suaranya. Dengan segera anak tersebut menjawab:

“Aku tahu hal ini salah tapi ayahku sedang tidak solat dan tidak mendengar nasehatku,  aku meninggikan suara ini bertujuan agar ayahku mendengarkanku, mengingatku, dan melembut hatinya dan kembali kepada Allah.”

Imam senior kagum terhadap anak kecil ini karena ingin memelihara hidayah orang tuanya. Lalu, sebagian jama’ah yang berada di masjid itu berkunjung kepada orang tuanya dan menceritakan kisah anaknya. Tersentuh ayahnya anak tersebut dan bertaubat ia kepada Allah dan menjadi sering ke masjid. [Sumber: Athfal lakin Du’ah]

Iklan

Upgrading Pengurus DKM

Assalamu’alaikum..

Untuk menghindari masalah dan problema intern yang berlarut-larut akhirnya ketua umum DKM beserta jajarannya melakukan upgrading pengurus DKM. Pada upgrading kali ini, ketua DKM hanya menginginkan pengurus DKM yang benar-benar masih berniat dan bersungguh-sungguh untuk datang pada rapat akbar, 17 Mei 2009. Agenda pada hari tersebut antara lain :

1. Sidang khusus Pengurus DKM

Setiap pengurus DKM diberikan kesempatan 10 menit untuk dikoreksi dan ditanyakan mengenai akhlak, ibadah dan pergaulan sehari-harinya.

2. Upgrading Pengurus

Selelah melewati proses yang cukup rumit, dari total sebelumya 41 pengurus DKM yang aktif. Diputuskan, 3 dinyatakan resmi berhenti dari kepengurusan, 2 Non aktif (karena tidak memberikan berita dan konfirmasi yang jelas akan keputusannya), 36 Pengurus DKM aktif. Selain itu kepengurusan saat ini akan ditambah dengan beberapa orang pengurus DKM baru dari kelas XI dan additional pengurus dari kelas X.

Ngapain Sih Kudu Dugem?

Kamu tahu kan istilah dugem? Hehehe.. bukan dunia gembel atau duduk gembira, tapi ini akronim dari dunia gemerlap. Lho, memangnya ada ya dunia yang suram? Ah, kamu pura-pura nggak tahu deh. Ya, iyalah, kalo ada siang berarti ada malam, kalo ada cowok, berarti pasangannya cewek, kalo ada hujan berhadapannya dengan kemarau. Begitupun dengan dunia gemerlap, berarti berlawanan dengan dunia suram.

Kalo dunia gemerlap orang sepakat menyebut dunia yang penuh hura-hura, suka-suka, seneng-seneng, dan serba mudah dengan apa yang kita pengen, maka dunia suram adalah dunia yang udah bisa hidup aja untung, sehari bisa makan pun sudah alhamdulillah, pengen hiburan cukup nonton tivi tetangga atau di pos ronda, mau selimut cukup sarung kumal, mau rokok juga joinan ama temen, mau minum kopi segelas bertiga. Ya, orang sepakat “menggelari” kehidupan seperti ini dengan madesu alias masa depan suram atau dusur alias dunia suram. Lawannya tentu saja dugem, dunia gemerlap.

Bro en Sis, istilah dugem tuh sebenarnya digunakan buat ajang suka-suka, hura-hura, hamburin banyak duit. Pesertanya nggak perlu juga orang kaya, adakalanya peserta dugem adalah mereka yang dari segi ekonomi pas-pasan atau bahkan kurang mampu. Tapi ketolong sama temennya yang tajir dan seneng gaul, akhirnya jadi deh ikutan ditraktir biar bisa dugem bersama. Bagi mereka biar tekor asal nyohor. Halah, cemen banget niatnya ya?

Tapi umumnya sih mereka yang suka dugem emang dasarnya udah tajir dari segi ekonomi. Nggak kesulitan kalo soal makan. Justru yang model gini hanya kesulitan untuk nyari tempat makan yang pas dan enak menurut selera mereka. Banyak orang Jakarta makan siangnya di Bogor atau di Bandung demi mencari kepuasan selera makan. Maklumlah, jarak Jakarta-Bogor kalo lewat tol dan memacu kendaraannya rata-rata 100 km per jam nggak nyampe setengah jam udah nyampe. Tentu aja nyarinya juga yang dekat ke gerbang tol. Kalo di Bogor udah disediain tuh tempat mangkal yang pas di sepanjang Jalan Pajajaran. Kalo ke Bandung? Bukan halangan juga, wong lewat Cipularang cuma 2 jam perjalanan. Kadang nggak nyampe kalo memacu kendaraannya dengan gaya Felipe Massa. Oya, tentu yang bisa gituan pastinya para eksekutif muda atau sejenisnya. Bukan eksekusut muda hehehe…

Okelah, itu kan ngomongin para eksekutif muda yang duitnya kayak ngambil dari pohon. Kalo remaja ada nggak yang suka dugem? Ada aja. Buktinya caf?-caf? tertentu ramai pengunjungya. Ada juga anak muda seumuran kamu yang di SMA atau paling banter anak kuliahan. Maklumlah, pelajar dan mahasiswa juga manusia, punya keinginan untuk suka-suka, senang-senang, hura-hura dan jaga gengsi dengan nongkrong di tempat makan atau tempat gaul yang bikin gengsi melambung. Kalo cuma makan di tempat nasi uduk biasa atau bubur ayam yang dijual keliling pake gerobak dan kita ngetem ama temen-temen di pos ronda itu sih kebangetan karena bikin nilai gengsi kita melorot.

Sobat muda muslim, bukan soal jajanan, makanan, atau tempat nongkrong yang enak dibuat dugem, tapi dugem bisa juga soal dandanan dan gadget yang bisa nunjukkin diri ke orang-orang bahwa, “gue anak gaul, gue biasa dugem, lihat dong pakaian dan gadget gue”. Gitu kira-kira.

Maka, di tengah kemajuan jaman saat ini, kita bisa memoles penampilan diri, bisa menjual diri kita di hadapan orang lain. Lihatlah, sarana informasi untuk itu udah banyak, kamu bisa gabung di situs jejaring sosial, bikin blog yang udah disediain secara gratis, bikin website, aktif di komunitas dunia maya, aktif di klub pencinta motor modif, penggemar sepeda tua, penggemar mobil tua, dan banyak ragamnya yang lain. Kamu bisa nunjukkin eksistensi kamu di sana. Ya, selama kegiatanya bermanfaat dan tidak melanggar hukum syara silakan saja.

Cuma emang nggak berhenti di situ. Namanya juga ajang kumpul-kumpul bareng teman, apalagi satu sama lain saling pamer apa yang dimilikinya, bukan tak mungkin kalo akhirnya jadi berubah sebagai ajang lomba nunjukkin eksistensi diri yang berlebihan. Jangankan di komunitas yang masih umum sekadar menyalurkan hobi, di komunitas anak ngaji aja adakalanya pamer ilmu pengetahuan dan kualitas akhlak. Selama untuk saling memotivasi diri, nggak ada salahnya. Tapi mohon maaf aja ya, kita masih khawatir kalo akhirnya terjerumus ke dalam riya’ atau malah kebablasan jadi pamer harta demi identitas diri agar bisa eksis di komunitas gaul kita. Bukan tak mungkin kalo akhirnya dugem juga deh.

So, bagi kita, barangkali punya HP aja udah seneng bukan kepalang. Dengan begitu, komunikasi jadi lancar. Apalagi kalo kita orangnya mobile banget. Cocok. Tapi nggak bagi teman-teman kita yang ngakunya remaja dugem. Bagi mereka, fungsi saja nggak cukup. Selain bisa dipake ngobrol ngalor-ngidul, HP kudu gaul dan menghibur. Coba aja, hampir tiap bulan produk teknologi komunikasi ini perkembangannya melompat-lompat. Kita-kita mah nggak bisa ngikutin deh. Maksudnya, nggak tahan. Baru liat model yang menurut kita udah hebat, eh, bulan berikutnya udah ganti lagi dengan fitur-fiturnya yang mengoda. Jadi nggak beli-beli deh. Selain bingung milih, duitnya kagak ada, Mas. Idih?

Bisa kebayangkan, kalo tiap bulan muncul produk HP baru, itu makin bikin remaja dugem tergoda pengen gonta-ganti ponsel hingga akhirnya kudu bolak-balik ke warteg (baca: warung telepon genggam). Begitulah gaya mereka. Hmm.. apa nggak boros tuh?

Dugem juga ada klasifikasinya

Dugem alias dunia gemerlap adalah gaya hidup yang menuntut serba keren, cool, trendi dan mewah. Para pegiat dugem ini berusaha abis-abisan untuk tampil prima, khususnya di depan orang lain. Mulai dari bacaan, makanan, busana, tontonan sampai tongkrongan. Kalo bacaan biasanya majalah-majalah yang banyak memuat soal mode, gosip artis en tips bergaul dengan sesama dugemer (aktivis dugem). Ini penting, soalnya kalau seorang remaja dugem ketinggalan berita maka bakalan terlempar dari arena pergaulan para dugemer. Biasanya, yang diobrolin seputar tempat nongkrong yang baru en asyik punya (nggak termasuk WC umum, lho), gosip artis, film bioskop macam ‘Terminator Salvation’ versi teranyar dari ‘Terminator’ atau film sekuelnya The Da Vinci Code, ‘Angels and Demons’, kalau olahraga pastinya sepak bola – apalagi menjelang Final Liga Champion Eropa yang mempertemukan Manchester United, tim dengan pertahanan terkokoh sepanjang musim ini dengan Barcelona, tim dengan strategi menyerang dan tersubur musim ini–, NBA atau balapan F1 dan MotoGP. Canggihan dikit mereka bicara soal internet atau handphone keluaran paling anyar. Ngobrolnya bisa di rumah temen yang kagak bikin boring atawa bete, atau kalau lagi tajir bisa juga di caf?. Kalau di masjid kayaknya sih nggak deh, mungkin takut kualat. Hahaha…

Aha.. saya jadi inget tulisan saya jaman dulu di Majalah PERMATA, di situ saya tulis bahwa remaja dugem juga kenal klasifikasi alias pembagian golongan. Setidaknya itu yang disurvei oleh Surindo, satu badan survey nasional. Sekurangnya ada delapan segmen psikografis remaja di perkotaan, yang masing-masing mereka diberi nama (1) Remaja funky (15%), Remaja Be-Te (11,7%), Remaja Asal (8,6%), Remaja Plin-Plan (22,7%), Remaja Boring (16,8%), Remaja Ngirit (14,8%), dan Remaja Cool (10,3%). Nah, lho banyak amat klasifikasinya ya?

Dalam surveinya Surindo menyebutkan kalau sebagian segmen ini kelihatan memberi harapan. Ada kelompok remaja yang sangat berhati-hati dalam berbelanja, tak mudah tertipu, mencari informasi sebelum membeli, terencana kritis, punya rasa percaya diri, dan punya perhatian terhadap masalah-masalah sosial. Tapi, sebagian lagi terlihat cemas, ragu-ragu, tak konsisten, tak punya rencana masa depan, bahkan tak percaya orang lain sehingga tak membuka diri atau berorganisasi. Wajar kalau dalam berbelanja mereka sering tertipu (ini tipikal remaja bete).

Bahkan ada yang percaya dirinya rendah, tapi gengsinya tinggi sekali (Remaja Asal). Ada lagi yang plin-plan, pas lagi ngetren lagunya Wali terbaru, “Cari Jodoh” ikut beli kasetnya (kalo nggak kebeli ya download gratisan di internet atau copy MP3 dari komputer teman), Korn bikin lagu baru eh ikutan nembang Blind biar kelihatan gaul. Eh, Ridho Rhoma dan Sonet 2 Band ngetop dengan Menunggu, ikutan juga goyang sambil nyanyi: “Derita?hidup?yang?kualami/ Duhai?pahit?sekali/ Pada?siapa?aku?berbagi/ Kalau?bukan?padamu/ Datanglah,?kedatanganmu?kutunggu/ Telah?lama,?telah?lama?’ku?menunggu”. Dasar plin-plan!

Nah, kamu masuk klasifikasi yang mana? Moga-moga masuk kelompok yang kesembilan alias golongan RRI, Remaja Rajin Ibadah atau golongan Botak alias Bocah Takwa (hehehe..maksain banget nggak sih?)

Bikin kantong bolong

Apa sih bahayanya dugem? Yang jelas biaya hidup untuk jadi remaja dugem itu nggak kecil. Sebaliknya, justru dengan maraknya gaya hidup dugem ini, udah berapa juta uang melayang percuam. Ujungnya memang menciptakan remaja-remaja borju. Menciptakan rasa persaingan di antara mereka dengan persaingan yang nggak pada tempatnya. Iya dong. Sebab, mereka berlomba dalam dunia gemerlap. Apa nggak puas dengan apa yang dimiliki selama ini? Sehingga kudu berlomba ngadain pesta ultah di diskotik, di hotel berbintang. Atau sekadar gonta-ganti HP dengan yang highend biar bisa main facebook-an dari ponsel, bawa mobil keluaran terbaru. Hmm… itu semua harus ditukar dengan uang. Bukan daun. Sekali lagi uang. Bener-bener bikin kantong bolong deh.

Bisa kamu bayangkan, jika untuk tampil dugem, seorang remaja kudu mengeluarkan uang rata-rata 300 ribu perak seminggu. Sebulan udah 1,2 jute rupiah tuh duit menyublim untuk dugem. Kira-kira, berapa penghasilan ortunya? Atau kalo nggak punya, udah ngutang berapa tuh sama temennya? Duh, sayang banget uang segitu banyaknya cuma dipake untuk hura-hura. Coba kalo diinfakkan ke masjid atau shadaqah ke fakir miskin, udah jelas pahalanya.

Bro en Sis, fenomena ini bikin miris kita. Terus terang aja kita prihatin dan merasa kasihan sama teman-teman kita yang udah terlanjur jadi aktivis dugem. Kita khawatir, kalo nanti ada banyak remaja yang perutnya udah nggak bisa lagi menerima makanan murah, karena kebanyakan diisi makanan mahal baik produk lokal maupun produk bule, apalagi yang masih belum jelas halal-haramnya. Gawat!

So, nyata banget dugem emang bikin kantong bolong. Yup, dugem telah menciptakan remaja-remaja yang boros dan nggak menghargai rizki yang selama ini diberikan kepadanya dari Allah Swt. Kasihan banget ya?

Bikin keras hati

Kebanyakan main bareng teman yang sok gengsi dan doyan hura-hura hamburin duit, kudu hati-hati. Bisa-bisa kita jadi ikutan gaya hidupnya. Namanya juga gengsi yang diprioritaskan, nggak heran dong kalo yang dilihat selalu masalah gaya, alias penampilan. Dan untuk itu, uang yang bicara dong. Uang dan uang. Ujungnya, kita bisa jadi nggak peduli sama tetangga kanan-kiri. Tetangga sebelah kanan kita menjerit kelaparan, kita asyik dengan makanan mahal dan doyan nonton konser musik yang karcisnya untuk sekali masuk bisa mencapai harga 100 mangkuk bakso (kalo satu mangkuk bakso harganya Rp 5000, udah ketahuan berapa tuh harga karcis). Hmm… itu hanya untuk memenuhi nafsu dugem kamu aja.

Itu artinya kamu udah punya hati sekeras batu. Kamu nggak gampang terenyuh dengan penderitaan teman or tetangga kamu. Kamu masih bisa tertawa di atas penderitaan orang lain. Minimal, cuek. Sikap kayak gitu pun udah jelek banget. Iya nggak sih?

Sobat muda muslim, terus terang kita nggak abis pikir. Coba aja bayangin, waktu tanggul Situ Gintung jebol, itu kan pas lagi rame-ramenya kampanye parpol menjelang pemilu dan konser-konser musik banyak digelar, serta film-film terbaru di bioskop jadi inceran. Coba deh, warga Situ Gintung yang kena ‘tsunami kecil’ nunggu antrian untuk ditolong, eh, sebagian yang lain, dari kita-kita ini, malah rebutan dan rela antri hanya untuk dapetin karcis bioskop 21 atau tiket konser dan ikutan pesta kampanye parpol.

Apakah rasa peduli kita udah pudar ditelan jaman? Apa iya kita tega menyaksikan saudara-saudara kita yang lagi menderita? Rasanya, jauh di lubuk hati kita yang paling dalam, mungkin masih tersisa setitik perasaan iba kita. Namun perasaan itu nyaris tak bisa terdeteksi, karena kalah dengan gaya hidup dugem yang emang udah nguasai dirimu. Padahal, dalam se uah riwayat dari Hudzaifah Bin Yaman r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan golongan mereka.”(HR at-Tabrani)

Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda (yang artinya), “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kasih-sayang dan ikatan emosional ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, mengakibatkan seluruh anggota tidak dapat istirahat dan sakit panas.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Ternyata, gegar budaya yang sala satunya muncul ‘tradisi’ dugem, bikin kita jadi cuek dengan sesama, dan doyan hura-hura. Udah gitu, karakter budaya populer yang memang bergerak begitu cepat, sangat cepatnya, sampai-sampai tanpa sadar kita diminta dengan ikhlas (baca:dipaksa) tunduk dengan logic of capital, logika proses produksi di mana hal-hal yang dangkal dan cepat ditangkap yang cepat laku. Anthony Giddens menyebutnya sebagai dunia yang sedang berlari dan semua yang selalu berlari satu trek lebih tinggi memang tidak memiliki kesempatan untuk renungan-renungan yang mendalam. Yang penting dalam dunia ini adalah menjual dan membeli. Nah, lho.

Nah, teman-teman. Apakah kita mau mengorbankan hati nurani, keimanan dan ukhuwah kita hanya untuk mengikuti gaya hidup yang gemerlap tanpa juntrungan, apalagi melanggar syariat? Sayang banget hidup ini hanya disia-siakan. [solihin: osolihin@gaulislam.com]

16 Photo Menakjubkan Indonesia di Nusantara



1. Jembatan Semanggi
Jembatan Semanggi yang dibangun Zaman Soekarno begitu indah jika dilihat menggunakan Google Earth. Bentuknya menyerupai kelopak bunga dapat ditelusuri di koordinat 6°13’10.70″S 106°48’45.28″E


2. Garuda Pancasila
Nama resminya adalah Graha Garuda Tiara. Dapat ditelusuri di koordinat S 6.417919 E 106.957672 ke google earth atau google map. Graha Garuda Tiara terletak di Cileungsi Bogor Jawa Barat yang tadinya berfungsi sebagai Hotel.

3. Jembatan Ampera
Jembatan dengan Panjang : 1.117 m (bagian tengan 71,90 m), Lebar : 22 m, Tinggi : 11,5 m dari permukaan air, Tinggi Menara : 63 m dari permukaan tanah, Jarak antara dua menara : 75 m dan Berat : 944 ton dapat dinikmati di 2°59’30.09″S 104°45’48.30″E.

Dulu, bagian tengah jembatan Ampera bisa dinaik-turunkan. Tetapi, mulai tahun 1970 sudah tidak lagi difungsikan. Jembatan yang mulai dibangun pada bulan April 1962 atas persetujuan Presiden Sukarno, diambil pendanaannya dari pampasan perang Jepang. Pada awalnya, jembatan sepanjang 1.177 meter dengan lebar 22 meter ini, diresmikan pemakaiannya pada tahun 1965, sekaligus pengukuhan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Namun, nama ini berubah pada pergolakan politik 1966, dan oleh gerakan anti-Sukarno diubah namanya menjadi jembatan Ampera.


4. Gelora Senayan Bung Karno
Inilah Gelora kebanggaan Bangsa Indonesia yang dibangun oleh Presiden Soekarno untuk menyambut Asian Games IV tahun 1962. Gelora Senayan berada dikoordinat 6°13’7.44″S 106°48’7.30″E dan pada Tanggal 21 Juli 1962 pukul 17.00 WIB Presiden Soekarno meresmikan penggunaan Stadion Utama. Stadion ini memiliki kapasitas tempat duduk 110.000 orang.


5. Desain Dinamis Gelora Senayan Bung Karno
Selain bangunan yang megah ternyata, lantai hall dihalaman Gelora Bung Karno terdapat desain yang sangat dinamis dan sanggat mencolok tatkala kita memasuki koordinat 6°13’6.91″S 106°47’59.77″E


6. Gedung DPR
Inilah Gedung tempat dewan terhormat mengeluarkan kebijakan penting. Gedung inilah yang acapkali dijadikan target oleh mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya termasuk melengserkan pemerintahan yang sedang berjalan. Gedung DPR dapat diakses di koordinat 6°12’37.31″S 106°47’59.77″E


7. Kepulauan Indonesia TMII
Wooh..ternyata kepulauan Indonesia nampak sempurna saat kita mengarahkan koordinat di 6°18’6.04″S 106°53’47.53″E. Gugusan kepulauan ini merupakan bagian dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang terletak di wilayah Jakarta Timur


8. Museum Prajurit TMII
Sunggu luar biasa tatkala kita mengunjungi TMII lewat google earth, dan bangunan yang sangat apik bisa ditemukan di Museum Prajurit Tmii yang berbentuk segi lima dengan koordinat 6°18’20.13″S 106°53’48.09″E. Disamping museum Prajurit juga terdapat pesawat terbang yang diparkir dekat danau buatan.


9. Istana Bogor
Istana Bogor merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan ini dikarenakan aspek historis, kebudayaan dan fauna yang menonjol. Salah satunya adalah adanya rusa – rusanya yang indah yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang. Istana Bogor dapat ditemukan di koordinat 6°35’47.96″S 106°47’53.66″E.


10. Pelabuhan Tanjung Periok
Ingin melihat keseibukan kapal? sudah tentu kita bisa menemukannya di kordinat 6° 5’58.73″S 106°53’20.71″E.


11. Bandara Soekarno Hatta
Pintu gerbang transportasi udara Ibu Kota RI ini nampak jelas jika diarahkan ke koordinat 6° 7’41.04″S 106°39’21.63″E, bahkan pesawat yang berjejerpun dapat dilihat secara jelas.


12. Monas
Hampir semua orang mengenal Monumen Nasional atau lebih dikenal dengan monas yang tugunya berlapis emas. Terletak di kawasan ring 1 Istana Negara, Monas dapat diakses di koordinat 6°10’33.19″S 106°49’39.78″E.


13. Bundaran HI
Bundaran HI mempunya sejarah sendiri untuk tetap diingat bagi siapapun yang mengunjungi Jakarta. Letaknya dipusat kota acapkali dijadikan sasaran untuk berdomo. Bundaran HI dapat diakses di koordinat 6°11’41.82″S 106°49’23.07″E.


14. Candi Borobudur
Sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Candi Borobudur dibangun dengan menggunakan 55.000 m3 batu. Tinggi bangunan ini sampai kepuncak adalah 42m, dengan lebar dasar 123 m. Tegak dan kokoh menjulang keangkasa dan merupakan bagian dari sejarah yang telah berumur 12 abad. Candi Borobudur yang terletak di Provinsi Jawa Tengah ini dapat diakses di koordinat 7°36’28.45″S 110°12’13.35″E


15. Keramba Ikan Jatiluhur – Purwakarta
Keramba Ikan Jatiluhur dominan terlihat dari udara saat koordinat diarahkan 6°33’22.45″S 107°23’32.85″E. Keramba ikan berjumlah ribuan buah ini merupakan peternakan ikan air tawar yang dimiliki oleh masyarakat setempat.



16. Pulau Bungin

Pulau Bungin di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa NTB, merupakan pulau kecil buatan terpadat didunia melebihi kepadatan pulau Jawa dengan kepadatan 36000 jiwa/km2 sedangkan kepadatan pulau jawa hanya sekitar 813 jiwa/km2 atau kepadatan pulau Bungin sama dengan 44 kali kepadatan pulau Jawa. Pulau yang hanya seluas 8 hektar ini mempunyai jumlah penduduk sebanyak 2.800 Jiwa dan dapat diakses di koordinat 8°28’37.69″S 116°59’43.25″E

Franck Ribery: Islam Sumber Kekuatan Saya

Dikenal sebagai pribadi yang santun, rendah hati, dan rajin melaksanakan shalat lima waktu, di mana pun dan pada kondisi apa pun. Bagi penggemar sepak bola dunia, tentu sudah tak asing dengan nama Franck Ribery, gelandang serang asal Prancis yang kini bermain di klub raksasa Bundesliga (Jerman), Bayern Muenchen.

Begitu juga, dengan mantan pemain terbaik dunia asal Prancis, Zinedine Zidane, Nicholas Anelka (Chelsea/Prancis), Frederik Kanoute (Sevilla/Mali), Khalid Bouhlahrouz (Sevilla), Zlatan Ibrahimovic (Inter Milan/Swedia), Eric Abidal (Barcelona/Prancis), Kolo Toure (Chelsea), dan Yaya Toure (Barcelona). Mereka adalah pemain sepak bola yang beragama Islam dan menjadi andalan klub maupun negaranya masing-masing.

Berbeda dengan pesepak bola Muslim lainnya, yang lebih dulu memeluk Islam, Franck Ribery justru memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki, Galatasaray, pada 2005. Secara singkat, Ribery mengatakan, dia memilih ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW ini karena menemukan kedamaian dalam Islam.

Baginya, Islam adalah sumber kekuatan dan keselamatan. ”Islam adalah sumber kekuatan saya di dalam dan di luar lapangan sepak bola. Saya mengalami kehidupan yang cukup keras dan saya harus menemukan sesuatu yang membawa saya pada keselamatan dan saya menemukan Islam,” kata Ribery.

Senantiasa berdoa
Pesepak bola bermata biru yang memperkuat tim Prancis itu memulai karier sepak bolanya, dengan bergabung dengan tim Boulogne di tanah kelahirannya. Kemudian, ia pindah ke tim Ales, Brest and FC Metz.

Kepindahannya ke Olympique Marseille membawanya ke posisi pertama bintang sepak bola Prancis paling populer pada bulan Agustus, Oktober, dan November 2005. Ribery terpilih untuk memperkuat tim Prancis pada Piala Dunia FIFA tahun 2006 yang digelar di Jerman.

Pada 2006 itulah, jati diri Ribery yang telah menjadi mualaf dan memeluk agama Islam terkuak dan menjadi pemberitaan di tengah pertandingan pembukaan antara tim Prancis melawan tim Swiss saat acara Piala Dunia 2006.

Ketika itu, Ribery tersorot publik tengah menengadahkan tangan sebelum pertandingan dimulai. Ribery tengah berdoa, seperti yang dilakukan seorang Muslim. Saat itulah, banyak orang terkaget-kaget dengan sikapnya. Namun, berkat kecemerlangannya dalam bermain bola, publik pun tak menghiraukan perilaku dan kebiasaan Ribery.

Namun, rutinitas berdoa sebelum pertandingan itu akhirnya terkuak juga. Dan, Ribery mengaku sebagai penganut Islam. Ia menemukan kedamaian dalam agama Islam dan menjadi spiritnya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tak terkecuali saat bermain bola.

Kabar Ribery masuk Islam, menyeruak sejak awal tahun 2006. Kabar itu mula-mula dilansir L’Express. Majalah ini menyebut adanya pemain nasional Prancis yang secara teratur beribadah di masjid di selatan Marseille. Mingguan itu tidak menyebut nama secara eksplisit, namun yang dimaksud adalah Ribery.

Kendati aksi berdoanya di lapangan hijau telah menarik perhatian publik Prancis, Ribery tetap enggan mengemukakan keyakinan barunya itu secara terbuka. Gelandang kanan klub Olympique Marseille ini mengatakan, keimanan barunya adalah perkara pribadi, tak perlu publikasi.

Alhasil, sejumlah spekulasi pun bermunculan. Ada yang menyebut perubahan itu terjadi sejak Ribery bermain bersama klub Galatasaray pada 2005. Ia membantu klub raksasa Turki tersebut memenangi Piala Turki pada tahun 2005. Semasa menetap di Turki, pemain kelahiran Boulogne-sur-Mer, Prancis, 7 April 1983, ini dikabarkan kerap berbaur dan berdiskusi dengan komunitas Muslim di sana.

Ada pula yang menyebut istri Ribery, Wahiba Belhami, yang asli Maroko itu memainkan peran penting terhadap perubahan Ribery. Ribery memang setahun tinggal di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu. Di sana, Ribery berkenalan dengan Wahiba yang kemudian ia peristri. Konon Wahiba berperan besar menuntun Ribery mengenal ajaran Islam. Dari pernikahan tersebut, Wahiba memberinya dua anak, Hizsya dan Shahinez.

Kedua versi itu tak pernah dibantah atau dibenarkan oleh Ribery. Namun, kepada majalah Paris Match, ia mengungkapkan, Islam telah membawanya pada keselamatan.

”Islam juga yang menjadi sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Ribery kepada majalah Match tanpa menjelaskan sejak kapan memeluk Islam. Ia menambahkan, ”Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Akhirnya, saya menemukan Islam.”

Tidak pernah tinggalkan shalat
Keimanan dan kepribadian Ribery sebagai seorang Muslim tampaknya tak perlu diragukan. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, bapak dua anak ini tak pernah lupa dengan kewajibannya sebagai Muslim. Ia senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, di mana pun dan dalam kondisi apa pun. Baginya, shalat merupakan tiang agama yang harus ditegakkan.

Selain rajin melaksanakan shalat, Ribery juga dikenal sebagai pribadi yang santun dan rendah hati. Islam benar-benar telah mengubah perangainya yang keras dan arogan menjadi seorang pribadi yang santun dan memiliki akhlak mulia.

Sifat dan akhlaknya ini tak heran membuat kagum rekan-rekannya di timnas Prancis, FC Bayern Muenchen (tempat ia bermain bola saat ini), maupun kerabatnya.

Steve Bradore dari Organisasi Syuhada, yang melayani para mualaf Prancis, telah mengatakan bahwa muslim Prancis merasa bangga sekali dengan Ribery. ”Dia adalah sumber kebanggaan kami karena penampilannya yang khas dan kerendahhatiannya,” kata Steve, seperti dikutip dari situs Islamonline.net.

Saat ini, Ribery membela klub sepak bola Jerman, FC Bayern Muenchen. Di Bayern Muenchen, ia menempati posisi sebagai pemain gelandang. Kontrak Ribery bersama ‘FC Hollywood’–julukan Bayern Muenchen–akan berakhir pada 2011.

Ribery termasuk pesepak bola sukses. Di usianya yang baru 26 tahun, dia sudah mengoleksi berbagai gelar. Antara lain, satu gelar Fortis Piala Turki bersama Galatasaray di musim 2004/2005, Piala Intertoto bersama Olympique Marseille di tahun 2005, Piala Liga Jerman bersama Bayern Muenchen di tahun 2007, Piala Jerman dan Bundesliga Jerman di tahun 2008. Selain itu, penghargaan Pemain Terbaik Prancis di tahun 2007 dan 2008, juga pesepak bola Jerman terbaik di tahun 2008. sya/dia/berbagai sumber

Franck Ribery yang lahir di Boulogne-sur-Mer, Perancis, 7 April 1983
memiliki tinggi badan 175 cm. Sebelum bermain di FC Bayern Muenchen, Jerman, pemain yang beroperasi sebagai gelandang serang ini berkarir di klub US Boulogne (2001-2002), Olympique Ales (2002-2003), Stade Brestois 29 (2003-2004), FC Metz (2004), Galatasaray (2005), dan Olympique Marseille (2005-2007).

Raja Bavaria
Di lapangan, ia hebat. Dalam kehidupan sosial, ia berkepribadian hangat. Sebagai individu, ia pun rajin salat. Franck Ribery adalah figur kesayangan publik Allianz Arena saat ini.

Bayern Munich selalu dihuni pemain berlabel bintang, tapi yang paling menonjol tergantung waktu dan kesempatan. Duet striker Miroslav Klose dan Luca Toni boleh menyita perhatian lewat produktivitas golnya, tapi Ribery amat menonjol dalam hal kreasi permainan di lapangan tengah.

Tidak salah Bayern memecahkan rekor transfernya untuk memboyong pria berusia 26 tahun itu. Faktanya, dalam tujuh bulan sejak bergabung dengan Bayern Muenchen, Ribery sudah berhasil menancapkan pengaruhnya, baik di klubnya maupun Bundesliga.

Pemain seharga 26 juta euro makin disenangi orang karena pembawaannya yang menyenangkan dan sikapnya selalu profesional. Di saat cuaca dingin bulan Februari masih mengakrabi Munich dan ia tengah berkutat dengan cedera kaki, Ribery tidak malas untuk tetap menghangatkan tubuhnya dengan muncul di kamp latihan.

Ia juga tak pernah menolak fans yang menginginkan tanda tangannya ataupun berfoto bersama, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Dan, itu senantiasa ia lakukan dengan senyum mengembang di bibirnya.

“Mereka mungkin tak pernah melihat seorang pemain, seperti saya yang senang tertawa dan biasa berkelakar,” seloroh Ribery. “Saya ini orang yang sederhana dan simpel saja.”

Di koridor berbagai fasilitas kamp latihan Bayern, lelaki Prancis ini selalu menyapa orang-orang. “Saya ingin menjadi teman (siapa pun),” ujarnya sambil tersenyum, seperti dikutip AFP. “Dua menit untuk berfoto dan memberi tanda tangan buat fans amatlah penting karena buat mereka hal-hal ini sangat berarti.”

Senyum, tawa, dan sikap yang ramah untuk sementara menjadi “andalan” Ribery dalam berkomunikasi dengan penggemarnya, sebelum ia bisa menyempurnakannya dengan bahasa Jerman. Ia masih belum fasih, tapi setiap minggu rajin mengikuti kursus.

Ribery juga merasa bersyukur dirinya telah berhasil dalam kariernya, mengingat di masa kecil ia harus menjalani kehidupan yang sulit bersama keluarganya di daerah Boulogne-sur-Mer.

Namun, ia pun menyadari kesuksesan bukanlah sesuatu yang abadi. Roda nasib dalam kehidupan selalu berputar. “Atas semua yang telah saya alami, saya menyikapinya dengan tenang, tapi saya pun sadar pada semua nasib yang saya miliki.”

Yang jelas, Ribery telah menjadi sosok istimewa buat warga Munich. Jangan heran kalau di depan Theatinerkirche, yang ada di pusat kota tersebut, terpampang billboard raksasa bergambarkan Ribery memakai jubah raja, disertai tulisan “Bayern Hat Wieder Einen Konig” alias “Bavaria punya raja lagi”. Bavaria adalah julukan lain dari Bayern Muenchen selain FC Hollywood.

Lelaki yang di wajahnya ada bekas luka karena kecelakaan mobil yang dialaminya waktu kecil itu, sudah dianggap sangat penting untuk FC Hollywood. Di sebuah surat kabar, ada sebuah komentar berbunyi: “Bayern Munich tanpa Ribery seperti sekelompok anak-anak tanpa ibu.” dtc/sya/kem/RioL

Beberapa Pesepak Bola Muslim

– Zinedine Yazid Zidane
– Kolo & Yaya Toure (Arsenal & Barcelona)
– Robin Van Persie (Arsenal)
– Nicholas anelka (Bolton)
– Mohammed ‘Momo’ Sissoko (Liverpool)
– Ahmed ‘Mido’ Hossam (Boro)
– Hossam Ghaly (Totteham Hotspurs)
– Franck Riberry (Bayern Muenchen)
– Hamit & Halil Antiltop (Bayern Muenchen & Shalke 04)
– Frederik Kanoute (Sevilla)
– Mahamaddou Diarra (Real Madrid)
– Eric Abidal (Barcelona)
– Nuri Sahin (Feyenoord Rotterdam)
– Sulley Ali Muntari (Pompey)
– Zlatan Ibrahimovic (Inter)
– Hassan “Brazzo” Salihamidzic (Juventus)
– Khalid Boulahrouz (Sevilla)
– Salomon Kalou (Chelsea)
– El-Hadji Diouf (Bolton)
– Diomanssy Kamara (Fulham)
– Mohammed Kallon (Al-Ittihad ext. Inter & Monaco)
– Thiery Henry (Barcelona/Prancis)
– Lilian Thuram (Perancis)
– Lassana Diarra (Real Madrid)
– Karim Benzema (Lyon/Perancis)
– Samir Nasri (Arsenal)
– Hatem Ben Arfa (Lyon)

Pelatih Sepak Bola Muslim
– Bruno Metsu (mantan pelatih Senegal)
– Phillipe ‘Omar’ Trousier (mantan pelatih Jepang).sya/kem

Swaramuslim.com

Mengubah Masalah Menjadi Energi

Masalah akan selalu ada, itu pasti. Karena hidup ini sesungguhnya hanyalah perpindahan dari satu masalah kepada masalah yang lain. Lapar adalah masalah, maka kita harus mencari makan untuk menghilangkan rasa lapar. Lelah adalah masalah, maka kita harus beristirahat agar kita bisa semangat lagi dalam bekerja. Begitu seterusnya.

Masalah, bagi orang yang selalu melihat sesuatu dengan kacamata negatif adalah beban, kesulitan, dan pesimisme. Akan tetapi bagi orang yang memiliki kepedulian dan sensitif memberi, masalah adalah tantangan. Masalah adalah motivasi. Masalah adalah optimisme. Mengapa? Karena masalah tidak hanya menyimpan petaka, tetapi juga dia menyediakan ruang yang luas untuk memberi, berkontribusi, agar ada maslahat yang diciptakan. Karena itu, masalah harus dilihat dari banyak sisi agar ia bisa diubah menjadi sebuah kekuatan.

Menebar Cinta Untuk Meraih Keselamatan Bersama

Memberi adalah ekspresi kepedulian. Tak ada kepedulian tanpa sebuah pengorbanan, yang kita buktikan dengan memberi sesuatu, apapun bentuknya.

Kepedulian kita kepada Islam adalah dengan menjaganya, mendakwahkannya, dan menjalankan ajarannya. Kepedulian kita kepada keluarga adalah memberi mereka nafkah, melindungi, dan membimbingnya. Kepedulian kita kepada sesama adalah dengan membantu kesulitannya, menolongnya dari keteraniayaan, dan menunjukinya kepada jalan yang benar. Itu semua adalah bukti cinta dan kasih sayang, dan kita melakukannya agar kehidupan kita dan orang-orang yang kita cintai mendapatkan keselamatan.

Memunculkan Kreativitas dan Inovasi

Masalah pasti selalu ada. Tak akan pernah reda dan tak ada jeda, karena kehidupan selalu bergerak, selalu memunculkan keadaan baru, kebutuhan baru, dan tantangan baru yang memerlukan penyelesaian.

Namun, masalah-masalah yang muncul itu, meskipun terkadang menyulitkan, perlu juga untuk disyukuri. Sebab tanpa masalah, hidup hanya akan berjalan datar dan sepi. Tidak ada dinamika. Tanpa masalah, tidak ada kreativitas dan inovasi.

Mobil dan segala macam alat transportasi diciptakan manusia karena ada kendala jarak antara satu tempat dengan tempat yang lain, yang sulit ditempuh dengan hanya berjalan kaki. Segala kemajuan teknologi hadir dan memberi manfaat bagi kehidupan manusia, karena ada masalah yang dihadapi manusia.

Namun, tidak semua orang yang mampu mencipta dan berkarya dalam masalah. Hanya orang-orang yang memiliki kepekaan, dorongan, dan kegelisahan yang mampu menangkap inspirasi dari masalah. Masalah yang telah membatasi gerak hidup kemudian memunculkan kreativitas, kemauan untuk bekerja keras, serta kesediaannya untuk lelah.

Oleh karena itu, kehadiran masalah tidak harus disambut dengan hardikan atau cacian. Tetapi ia harus dilihat sebagai anugerah yang memberi kesempatan berkreasi. Tentunya, setelah kita menyadarkan diri untuk mau memberi sesuatu yang berguna bagi banyak orang.

Menciptakan Stamina yang Berkesinambungan

Jiwa manusia selalu membutuhkan energi untuk mencapai kepuasan-kepuasannya, karena dengan kepuasan inilah ia akan menemukan kenyamanan dan ketenangannya. Dengan kepuasan inilah staminanya akan terus terjaga dan memiliki ketahanan yang berkesinambungan.

Ibadah tentulah energi paling besar yang menguatkan stamina jiwa. Tanpa ibadah, jiwa akan menjadi gersang, laksana bumi yang tidak dihujani. Tanpa ibadah, jiwa tak akan menemukan kedamaian dan ketentraman yang hakiki.

Memberi adalah Anak Tangga Menuju Kesuksesan

Menerima pemberian orang lain, entah hadiah atau sekedar pujian tentu akan menyenangkan. Siapapun itu. Apalagi jika sesuatu itu adalah yang memang kita harapkan. Ini adalah perasaan dari sisi orang yang menerima sesuatu pemberian dari orang lain.

Bagaimana dengan orang yang memberi? Seperti apa perasaannya? Adakah imbalan yang ia harapkan? Seringkali kita salah mengartikan bahwa memberi sesuatu itu harus disertai imabalan. Ini tentu prinsip yang salah dalam memberi karena dapat menghilangkan nilai dari pemberian itu sendiri.

Prinsip memberi dan berbagi sesungguhnya adalah prinsip investasi kepercayaan. Karena prinsip mendahulukan memberi adalah prinsip melepaskan energi kebaikan dari dalam diri. Melepaskan energi positif dapat dilakukan dengan berbagi semangat, berbagi ide, dan solusi bagi orang lain. Semakin banyak kita melakukan pekerjaan positif, semakin banyak melepaskan energi positif dan semakin banyak yang akan kembali kita terima.

Energi positif berupa kebaikan ini akan kembali kepada diri kita dalam jumlah yang berlipat ganda. Namun mungkin kita akan menerimanya dalam bentuk yang berbeda, misalnya kebahagiaan hati, kepuasan jiwa, ketenangan hidup, bahkan bisa saja berupa kemudahan rezeki.

Sumber:

Majalah Tarbawi Edisi 196 Th. 10, 5 Februari 2009

Berhentilah Berpikir “Aku Tidak Bisa”

Menyembunyikan pikiran kerdil di dalam hati tetap akan terpancar kelemahan diri. Pikirkan keberhasilan, walaupun kita tidak mengucapkannya. Dan rasakan, dunia akan terasa lebih terang.

Hal utama yang membedakan antara orang yang berhasil dengan orang yang gagal dalam kehidupan ini adalah perbedaan cara berpikir. Orang yang gagal bukan berarti tidak punya kemampuan untuk berhasil. Orang gagal semata-mata karena mereka tidak mempunyai ide atau pikiran yang memungkinkan untuk berhasil.

Untuk mengetahui mengapa seseorang gagal dalam hidupnya, dapat kita lihat dari apa yang mereka pikirkan dan katakan. Apa yang terjadi kalau seseorang mengatakan, “Beginilah nasibku. Aku sudah menjalani kehidupan seperti ini dari tahun ke tahun dan tak banyak perubahan yang terjadi padaku. Ini sudah nasibku.” Kalau seseorang mengatakan seperti itu, maka dia sudah menutup pikirannya dan menutup segala kemungkinan untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Pikiran, perasaan, dan perkataan kita yang kerdil, akan memancarkan kelemahan pada diri kita.

Orang-orang “kerdil” seperti ini cenderung menyalahkan orang tua atau nenek moyangnya karena membawa bibit keturunan yang kurang baik, atau menyalahkan keluarga yang membesarkannya karena tidak mengajarkan sesuatu yang baik. Atau bahkan menyalahkan lingkungan masyarakatnya hingga orang lain yang berada di ujung dunia pun akan disalahkannya. Pikiran tidak berdaya inilah yang membelenggu seseorang untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Merasa tidak berdaya menyebabkan sikap, tindakan, kebiasaan, dan karakternya pun bergerak menuju ketidakberdayaan.

Bagaimana mengubah diri dari pikiran tidak berdaya menuju diri yang sanggup menatap masa depan yang lebih baik, lakukan langkah berikut ini.

Pertama, lenyapkan pikiran tidak berdaya dalam diri dengan alasan apapun. Misalnya, karena pendidikan rendah, tidak punya pengalaman, tidak punya waktu, tidak punya modal, atau alasan lainnya yang serupa.

Kedua, sadari dan yakini bahwa Sang Pencipta telah memberikan anugerah yang luar biasa pada diri kita berupa kesadaran diri, imajinasi, hati nurani, dan kehendak. Jika kita menggunakan anugerah itu dengan optimal dalam kehidupan ini, maka kita akan bisa mencapai cita-cita kita.

Ketiga, pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Manfaatkan dan maksimalkan kemampuan yang ada pada diri kita.

Keempat, mulailah dari hal-hal yang bisa kita lakukan. Hidup ini akan menjadi rumit dan melelahkan jika kita bertindak diluar jangkauan kita. Berpikir dan bertindaklah atas hal-hal yang bisa kita lakukan. Kerjakan sesuatu itu dengan sungguh-sungguh, sekuat tenaga.

Kelima, buatlah komitmen dalam diri kita untuk menjadikan diri kita menjadi manusia pembelajar. Manusia yang memiliki kesadaran diri untuk terus memperbaiki diri dan berani untuk berubah menuju kehidupan yang lebih baik.

Keenam, mulai detik ini, berpikirlah selalu “Aku Pasti Bisa” serta iringi dengan meningkatkan kemampuan (skill) diri.

Ketujuh, berdo’alah (─red).

Sumber:

John Bews, Permainan Berpikir: Jabal

  • Laman

  • Al-Qur’an Site

    “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” An-Nisa’:142
  • Mutiara Nasihat

    Saudara-Ku.. Dalam Perjalanan Dakwah ini, ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh. Ia berkata "Aku Lelah". Namun, ada juga orang-orang yang tubuhnya lelah, pikirannya penat, problem hidupnya banyak, ekonominya pas-pasan, tetapi semangatnya kuat! Ia Berkata "LILLAH" karena Allah.. Maka ikhlaskanlah saudara-Ku! Sebab bila tidak kau akan tersakiti.. Untuk semua saudaraku yang merasa dirinya "dikhianati" oleh dakwah, yakinlah, kembalikanlah semua amal dan dakwah kita kepada pemilik dakwah ini.. Jangan berhenti berjuang! Jangan berhenti menasihati! Dan jangan pernah berhenti untuk melangkah bersama!! Sebab kita beramal bukan untuk manusia, bukan untuk golongan, bukan untuk organisasi, bukan untuk partai.. Semua ini hanyalah sarana untuk mencapai ridho-Nya!!
  • Hadist Corner

    Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr رضي الله عنه, katanya: Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian." (Riwayat Muslim)
  • Kotak Ngoceh..